Reporter: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Kediri, di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, mengolah limbah untuk pupuk organik sayuran kangkung.
Sehingga limbah yang sempat diprotes warga karena bau kurang sedap, sekarang telah diolah menjadi bahan pupuk organik yang memberikan berkah.
Limbah yang menjadi bahan pupuk ini berupa rumen sapi yang biasanya dibuang begitu saja. Sekarang rumen dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Sayuran kangkung yang ditanam malahan sudah dapat dipetik hasilnya serta dilakukan panen pertama bersama personel Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, UPTD Rumah Potong Hewan, dan warga sekitar.
"Kami berhasil memanen kangkung hasil pemanfaatan limbah rumen sapi dari pemotongan yang kita lakukan setiap hari," ungkap Kepala UPTD RPH Kota Kediri, Hariyanto, Jumat (25/6/2021).
Dijelaskan Hariyanto, rumen merupakan kotoran yang ada di dalam usus sapi yang dibedah dan dikeluarkan saat mekakukan pemotongan.
"Biasanya masih bercampur dengan rumput, itu kita ambil, kita kumpulkan, dan kita proses hingga menjadi pupuk organik," terangnya.
Dalam uji coba pertama, proses pengolahan limbah basah hingga menjadi pupuk organik siap pakai membutuhkan waktu sekitar tiga minggu.
"Kita kumpulkan rumen dalam bak besar yang sudah kita siapkan, kita tutup terpal dan kita diamkan begitu saja. Kurang lebih tiga minggu pupuk organik bisa kami gunakan untuk penanaman kangkung," jelasnya.
Saat ini sedang melakukan uji coba lagi, dengan memasukkan limbah-limbah tersebut ke dalam karung yang sebelumnya telah dicampur dengan tetes tebu. Diharapkan proses penguraian limbah menjadi pupuk ini bisa lebih cepat lagi.
Baca juga: Ingatkan Bahaya Covid-19, Satlantas Polres Kediri Libatkan Pocong hingga Keranda Jenazah
Sebelumnya, limbah rumen dibuang begitu saja ke pembuangan akhir. Sehingga mengakibatkan limbah bau yang seringkali meresahkan warga sekitar RPH.
Setelah muncul protes warga, kemudian UPTD RPH Kota Kediri berinisiatif untuk menyulapnya menjadi pupuk organik.
Hariyanto juga mengungkapkan, bagi masyarakat Kota Kediri yang ingin menggunakan kompos, pupuk organik hasil limbah pemotongan hewan dapat menggunakannya secara gratis.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, Mochamad Ridwan, memberikan apresiasi atas hasil kerja keras UPTD RPH Kota Kediri dalam mengelola limbah.
"Biasanya limbah jadi masalah, alhamdulillah ini bisa disulap menjadi berkah," ungkapnya.
Malahan sayuran kangkung hasil panen bisa dinikmati oleh warga sekitar secara gratis sebagai salah satu bentuk kompensasi keberadaan RPH di lingkungan mereka.
"Saya bersyukur, meskipun masih uji coba, tapi sudah bisa menghasilkan kangkung yang segar-segar, tanpa pestisida sama sekali. Silakan bisa dibawa pulang secara gratis, bisa dibagikan ke tetangga di sekitarnya," tambahnya.
Sayuran kangkung ditanam dan dirawat petugas RPH. Media tanam tidak menggunakan tanah, melainkan murni menggunakan kompos hasil olahan limbah. Kangkung yang ditanam tampak segar dan bebas hama, meskipun tanpa disemprot pestisida.
Lurah Pojok, Erly Maya Muryati, yang ikut memanen kangkung mengatakan, sayuran dari pupuk organik rumen sapi merupakan terobosan yang luar biasa.
"Ini sebuah terobosan yang bagus, pemanfaatan limbah RPH menjadi pupuk yang hasilnya berupa kangkung ini bisa dinikmati oleh warga sekitar secara gratis," ungkapnya.
Sejumlah Ibu-ibu warga RW 04 Kelurahan Pojok juga turut membantu dalam kegiatan panen kangkung.
"Ibu-ibu PKK juga akan ikut membantu memanen kangkung," jelasnya.