Antisipasi Virus Corona Kota Kediri Tutup Panti Pijat dan Tempat Hiburan Malam untuk Sementara

Kediri Dalam Berita | 18/03/2020

Surya

Antisipasi Virus Corona, Kota Kediri Tutup Panti Pijat dan Tempat Hiburan Malam untuk Sementara
 
surya.co.id/didik mashudi
 
Salah satu panti pijat yang ada di Kota Kediri. 



Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Antisipasi Virus Corona, Kota Kediri Tutup Panti Pijat dan Tempat Hiburan Malam untuk Sementara, https://surabaya.tribunnews.com/2020/03/18/antisipasi-virus-corona-kota-kediri-tutup-panti-pijat-dan-tempat-hiburan-malam-untuk-sementara.
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Titis Jati Permata

SURYA.co.id | KEDIRI - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar telah mengeluarkan surat edaran penutupan sementara kegiatan usaha hiburan seperti karaoke, panti pijat, diskotik, hiburan malam dan tempat wisata mulai, Selasa (17/3/2020).

Penutupan panti pijat, diskotik serta hiburan malam hasil pembahasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona melalui surat edaran Walikota nomer 443.33/35/419.031/2020 tentang Penutupan Sementara Kegiatan Usaha Hiburan.

"Untuk Kota Kediri kami menutup sementara karaoke, panti pijat, diskotek, tempat hiburan malam dan tempat wisata," jelasnya.

Wali kota juga memohon agar masyarakat Kota Kediri melakukan aktivitas di dalam rumah untuk saling menjaga.

Surat edaran Wali Kota Kediri ini telah disosialisasikan petugas Satpol PP kepada para pelaku usaha tempat hiburan malam.

Sebelumnya Walikota Kediri juga telah melakukan sidak di sejumlah pusat perbelanjaan, puskesmas dan hotel bersama dengan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dr Fauzan Adima dan Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nur Muhyar.

Di Golden Swalayan transaksi belanja berlangsung lancar dan tidak ada antrean pembelian yang berlebihan.

Pihak pengelola mengaku stok bahan makanan aman.

Wali kota juga meminta pihak swalayan menjaga kebersihan di semua benda yang sering dipegang pembeli seperti troly atau keranjang belanja.

Hatalip pemilik Golden Swalayan mengungkapkan, sempat terjadi kenaikan volume belanja dalam tiga hari terakhir, tapi sekarang sudah mulai normal.

Sementara dr Fauzan Adima meminta kasir untuk sering cuci tangan atau pakai hand sanitizer karena sering bersinggungan dengan orang dan pegang uang.

Sementara saat berkunjung ke Hotel Grand Surya, Wali kota disambut PR Manajer Hotel Grand Surya Priyono yang menjelaskan memiliki 4 tamu asing dari Jerman yang merupakan teknisi PT Gudang Garam Tbk.

"Mereka sudah lama tinggal di hotel ini dan belum kembali ke luar negeri," jelasnya.

 

Priyono menambahkan, beberapa teknisi PT Gudang Garam yang seharusnya tiba dari luar negeri akhirnya dibatalkan kedatangannya setelah kebijakan pembatasan kunjungan dari pemerintah.

"Kami sudah membatalkan semua event dan tidak lagi menyewakan tempat seperti hall dan cafe untuk kegiatan yang melibatkan orang banyak," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Wali kota meminta pihak hotel untuk menambah titik tempat hand sanitizer, terutama di pintu masuk.

Sedangkan dr Fauzan Adima juga meminta pihak hotel menyediakan thermometer thermal.

Setiap pengunjung yang suhu badannya di atas 37,5 derajat celcius supaya tidak diperbolehkan masuk hotel.