

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Perubahan selalu terjadi di tengah transformasi digital dan ekonomi, seperti penggunaan QR Code untuk memudahkan pembayaran. QRIS (Quick Response Indonesian Standard) merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR code dari Bank Indonesia agar proses transaksi yang dilakukan lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.
Tren pembayaran secara non-tunai digital tersebut, berpotensi memperluas penjualan karena memiliki alternatif pembayaran. Semakin banyak pilihan bagi calon pembeli, maka akan semakin mudah menawarkan sehingga akan meningkatkan penjualan.
Hal itu disampaikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar ketika menghadiri acara launching QRIS untuk retribusi pasar dan QRIS pedagang pasar Kediri di Pasar Pahing, Kota Kediri, Rabu (11/3).
Mas Abu, demikian panggilan akrab Wali Kota Kediri itu, mengatakan, QRIS adalah salah satu alat pembayaran yang enak ke depannya.
"Kalau biasanya orang-orang bayar memakai uang, sekarang bisa menggunakan non tunai. Kesempatan pembayarannya lebih besar. Jadi panjenengan tidak perlu khawatir dan harus disyukuri karena sekarang ini metode pembayaran semakin banyak. Contohnya sekarang orang-orang yang usianya 40 tahun ke bawah, banyak yang sudah pakai itu. Di penjual makanan pun sekarang juga sudah banyak yang bertanya bayarnya mau pakai apa. Biasanya ada OVO, Dana, Gopay, atau lainnya. Nanti semuanya akan melakukan hal yang sama. Jadi panjenengan harus bersyukur karena alhamdulillah untuk yang pasar, ini InsyaAllah di Jawa Timur pertama kali di Kediri. Jadi panjenengan sudah dikasih senjatanya. Ini nanti tinggal dikembangkan," jelas Mas Abu.
Menurut Mas Abu, dengan QRIS juga dapat meminimalisir pedagang menerima uang palsu dan tidak perlu menukarkan uang kembalian.
"Perkembangan zaman saya rasa lebih cepat daripada dugaan kita. Sama juga dengan perkembangan perekonomian nanti ke depan. Makanya QRIS ini sangat penting bagi dunia perdagangan. Jadi mohon Bapak/Ibu juga mau meng-install aplikasinya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada perbankan yang telah men-support QRIS ini. Mudah-mudahan QRIS ini bisa digunakan oleh semua elemen di Kota Kediri dan mudah-mudahan QRIS di Kota Kediri ini sukses," pungkas Mas Abu.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Sofwan Kurnia menyampaikan pekan QRIS ini direncanakan secara serentak di 46 kota.
"Kehadiran Pak Wali di pasar ini sangat mendukung program Pemerintah, dalam hal ini BI karena QR ini sudah di MoU-kan bahkan dengan Kementerian Dalam Negeri untuk bisa mendorong berbagai kegiatan perekonomian. Sehingga perekonomian di setiap wilayah bisa tumbuh lebih baik lagi," kata Sofwan Kurnia usai mendampingi wali kota keliling kios di Pasar Pahing.
Untuk diketahui, Pasar Pahing menjadi Pilot Project dalam acara Launcing QRIS tersebut dan sekitar 20 pedagang sudah ikut mendaftar dalam transaksi ini. Rencananya setelah Pasar Pahing, QRIS juga akan diterapkan ke seluruh pasar di Kota Kediri. Puncak pekan QRIS nanti akan diselenggarakan tanggal 15 Maret 2020 di Gor Jayabaya Kediri.
