Jadi Alternatif Lawan Pandemi, Pemkot Kediri Segera Galang Donor Plasma Konvaselen

Kediri Dalam Berita | 21/01/2021

Surya

 
surya/didik mashudi
 
Anggota Forkompimda Kota Kediri membahas sinergi menyukseskan Gerakan Donor Plasma Konvalesen di Kantor Kejari Kota Kediri, Rabu (20/1/2021).



 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Perlawanan terhadap pandemi Covid-19 di Kota Kediri, bukan hanya melalui penegakkan protokol kesehatan di masyarakat. Pemkot Kediri bahkan sangat serius menempuh cara medis berupa donnor plasma konvaselen untuk menekan angka kematian akibat Covid-19.

Hal itu sudah dibahas Forum pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Kediri dalam rapat koordinasi dengan Forkopimda di Ruang Kerja Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Rabu (20/1/2021).

Dipimpin Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, Forkopimda sepakat untuk bersinergi menyukseskan Gerakan Donor Plasma Konvalesen (Gedor Pasen). Gedor Pasen merupakan salah satu upaya membantu penyembuhan pasien Covid-19 sekaligus menekan angka kematian akibat Covid-19, khususnya di Kota Kediri.

Program ini selaras dengan program yang dicanangkan oleh Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan rumah sakit seluruh Indonesia. Yaitu Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen, Senin (18/1/2021) kemarin.

"Pada tahap awal, Forkopimda Kota Kediri akan melakukan pendataan jajaran di bawahnya yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19," kata Abu Bakar.

Anggota Forkopimpda, bisa mulai mencarikan pendonor plasma dari jajarannya yang pernah terjangkit Covid-19 dan sembuh. Yaitu Kajari, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Ketua PN, dan Sekda.

"Mungkin anggotanya Kapolres Kediri Kota ada yang pernah kena. Dari TNI atau anggotanya sekda ada yang menjadi penyintas, datanya diserahkan ke PMI untuk dicek. Hasilnya nanti kalau ada yang cocok akan jadi pendonor,” ungkap Abu Bakar.

Abu Bakar terlihat sangat bersemangat untuk mewujudkan alternatif pengobatan Covid-19 itu. Karena itu upaya mencari donor plasma konvaselen sengaja digalang sejak awal, dan mungkin Kota Kediri akan menjadi daerah pertama di Jatim yang resmi merealisasikan terapi konvalesen.

Menurut PMI Pusat, terapi plasma konvalesen untuk pasien Covid-19, memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Sehingga ia berharap hasil pertemuan itu bisa segera dieksekusi.

“Insya Allah nanti kita akan antar calon pendonor-pendonor baik yang dari kepolisian dan kejaksaan maupun dari ASN dan TNI, ke PMI. Kami berharap para penyintas yang telah sembuh mau mendonorkan darahnya untuk menyelamatkan nyawa saudara kita yang terkena Covid-19,” ujar Abu Bakar.

Informasinya, plasma satu orang bisa untuk mengobati tiga pasien. Sehingga penanganan pasien Covid-19 akan jauh lebih maksimal lagi di Kota Kediri.

"Kalau donor plasma ini kita lakukan, artinya kita sudah berikhtiar 100 persen untuk menyembuhkan Covid-19 di Kota Kediri. Terima kasih kepada Forkopimda Kota Kediri yang telah banyak membantu penanganan Covid-19 sampai dengan mencarikan pendonor plasma konvalesen,” tambahnya.