Walikota Kediri terima penghargaan berupa piagam dan plakat WTP dari Gubernur Jatim (Foto/Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kediri)Wali kota Kediri Abdullah Abu Bakar menerima piagam dan plakat dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur Dedi Sopandi.
Penghargaan diberikan dalam acara Rapat Koordinasi Ketertiban dan Keamanan di Wilayah Jawa Timur serta Penyerahan Penghargaan Kementerian Keuangan RI Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang berhasil menerima Opini WTP Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2019 di Convention Hall, Grand City Kota Surabaya, Senin (19/10/2020).
Apresiasi yang diserahkan pada kesempatan ini berupa 37 piagam penghargaan dan 25 plakat kepada pemerintah daerah yang mendapatkan opini WTP atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2019.
Yaitu 1 untuk laporan keuangan Pemerintah Provinsi, 28 laporan keuangan pemerintah daerah kabupaten dan 8 laporan keuangan pemerintah daerah kota.
Selain itu, juga diserahkan plakat atas pencapaian WTP selama 10 kali berturut turut disampaikan kepada Pemerintah Kota Blitar, 1 plakat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, 18 kepada kabupaten dan 5 kota atas capaian WTP 5 sampai 9 kali termasuk Kota Kediri.
Mewakili Kemenkeu RI, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Jatim Dedi Sopandi menyampaikan, acara ini diharapkan bisa terbangun semangat bersama untuk mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang sehat sebagai pondasi kuat dalam rangka mencapai Indonesia mandiri.
"Capaian opini WTP atas laporan keuangan merupakan salah satu indikator dari pengelolaan keuangan negara yang sehat. Oleh karena itu upaya-upaya untuk mencapai dan mempertahankan opini terkait sangat diperlukan," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap akuntabilitas sebagai proses evaluasi bisa terus berjalan dan dimaksimalkan.
Hari-hari seperti ini ada hal yang memang emergency, ada hal sifatnya urgent. Antara emergency dan urgency pasti kepala daerah bisa memutuskan bagaimana bantuan-bantuan tidak terduga harus disiapkan untuk berbagai proses pelayanan.
"Dari mulai promotif, kuratif dan rehabilitatif. Bersama-sama kita akan memformat bagaimana semua berjalan berseiring, ekonomi sehat, rakyat sehat, pilkadanya juga sehat," paparnya.
Sementara itu, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar bersyukur Pemerintah Kota Kediri secara berturut-turut memperoleh WTP ke-enam kalinya.
Menurutnya, Opini WTP merupakan sebuah kewajiban bagi Pemerintah Kota Kediri. Dengan diperolehnya Opini WTP ini berarti penggunaan anggaran Pemerintah Kota Kediri sudah baik. "Mudah-mudahan kedepan empat kriteria itu terus bisa kita jaga baik-baik dan kita tingkatkan.
Mudah-mudahan dengan WTP kita semakin mendapat kepercayaan lebih dari masyarakat terkait dana yang dikelola oleh pemerintah. Saya harus memastikan di Pemda bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.
Dalam acara penyerahan Opini WTP yang salah satunya diberikan kepada Pemkot Kediri ini, hadir pula Forkopimda Provinsi Jawa Timur dan Bupati Wali Kota se-Jawa Timur.