Wali Kota Kediri Apresiasi Kegiatan Bedah Rumah EJGSI 2020

Kediri Dalam Berita | 04/08/2020

 

Wali Kota Kediri Apresiasi Kegiatan Bedah Rumah EJGSI 2020Wali Kota Kediri bersama pemilik rumah dan Kwartir cabang gerakan Pramuka saat kegiatan bedah rumah. (Foto: Canda Adisurya/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menurunkan genting rumah Paisah (74), sebagai tanda dimulainya program bedah rumah yang merupakan salah satu bentuk kegiatan dari East Java Green Scout Inovation (EJGSI) 2020, Senin (3/8/2020). 

EJGSI 2020 ini merupakan bentuk pengabdian Pramuka kepada masyarakat yang diprakasai oleh Kwartir Daerah Jawa Timur bekerjasama dengan PT. DBL dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri. Kondisi rumah Paisah kurang layak huni. Dindingnya banyak yang mengelupas dan retak, serta kamar mandinya tidak higienis.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memberikan apresiasi kepada kegiatan EJGSI 2020 ini. Menurutnya, inovasi dalam kegiatan ini luar biasa sekali.

"Dulu saya melihat adik-adik Pramuka yang bekerja. Namun karena saat ini pandemi memang adik-adik kita dari Pramuka tentu tidak bisa mengadakan ini sendirian oleh karena itu saya benar-benar mengapresiasi kegiatan ini,” ujarnya.

Mas Abu ini mengungkapkan tidak hanya membantu warga kurang mampu, kegiatan ini juga mengingatkan pentingnya berempati dan bekerjasama di masa pandemi Covid-19. Selain itu, kegiatan-kegiatan Pramuka selalu memberikan dampak positif kepada masyarakat.

"Memang ada beberapa rumah di Kota Kediri yang belum bisa kami bantu karena memang ada permasalahan pada kepemilikan lahannya. Nah makanya kita perlu berkoordinasi dan kerja sama paling tidak warga kita itu rumahnya layak. Dengan hal ini saya mengucapkan terima kasih kita bisa berkoordinasi dan terus bekerjasama baik Pramuka secara organisasi maupun APBD. Bisa disambungkan lah,” ungkapnya.

Terakhir, Mas Abu yang juga merupakan Kamabicab Gerakan Pramuka Kota Kediri berpesan agar ditengah pandemi ini masyarakat tidak khawatir berlebihan dan terus mengikuti protokol kesehatan.

“Doakan pandemi ini segera berakhir. Saya mengingatkan kita tidak perlu khawatir berlebih namun kita harus taati protokol kesehatan agar terhindar dari virus corona,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri Maki Ali mengatakan di Kota Kediri akan ada 8 rumah yang dibedah. Dimana 6 rumah berada di Kelurahan Kaliombo dan 2 rumah berada di Kelurahan Ngronggo.

Kegiatan EJGSI ini tidak hanya bedah rumah. Namun ada juga bentuk kegiatan lain dalam pengabdian masyarakat yakni, pembagian tempat sampah, pemberian paket sembako, gerobak sampah, pengecatan gapura, dan bersih-bersih lingkungan.

“Kegiatan berlangsung mulai tanggal 3 Agustus dan Insya Allah diakhiri nanti pada puncak kegiatan tanggal 15,16, dan 17 Oktober. Anggaran dari Kwarda Jatim dan APBD Kota Kediri melalui hibah kepada Kwarcab Gerakan Pramuka,” ujarnya.

Maki Ali menjelaskan kegiatan ini mendapatkan respon luar biasa dari masyarakat. Bahkan beberapa warga telah mengawali melakukan kerja bakti.

“Alhamdulillah responnya luar biasa. Kemarin ada yang mengawali kerja bakti. Ini kita apresiasi bentuk kepedulian masyarakat. Ada 80 penegak yang mengikuti kegiatan ini. Awalnya mau dikerahkan semua. Namun karena ini pandemi harus physical distancing makanya kita batasi. Nanti akan kita gilir untuk menjaga protokol kesehatan” jelasnya.

Sementara itu, Paisah istri dari Ponidjan yang merupakan salah satu veteran negeri yang telah wafat tahun 1994 mengaku sangat senang bisa mendapat bantuan bedah rumah ini.

“Alhamdulillah senang sekali. Tiba-tiba diberi tahu kalau rumah akan dibedah. Senang sekali apalagi sehari-hari saya menganggur hanya dari pensiunan bapak,” ujar Paisah saat rumahnya didatangi Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam program bedah rumah.