Artikel ini telah tayang di sur
SURYAMALANG.COM, MALANG - Musim pembagian bantuan sosial (bansos) membuat warga pendatang musiman di Kota Kediri banyak yang bermunculan.
Sehingga data warga penerima Kartu Santunan Bencana Tunai (Sahabat) semakin bertambah.
Data Kantor Dinas Sosial Kota Kediri pada tahap pertama penerima Kartu Sahabat ada 13.089 paket keluarga penerima manfaat (KPM).
Pada pembagian tahap kedua jumlahnya melonjak menjadi 22.774 paket KPM.
Rinciannya, Kecamatan Kota 7.174 KPM, Kecamatan Mojoroto 8.780 KPM dan Kecamatan Pesantren sebanyak 6.820 KPM. Sehingga ada tambahan 9.685 paket KPM.
Warga penerima Kartu Sahabat ini mendapatkan bansos berupa beras 10 kg dan uang tunai Rp 200.000.
Warga yang belum mendapatkan bantuan tahap pertama banyak mendatangi RT dan RW maupun kelurahan untuk mendaftar secara mandiri.
Martono, perangkat Kelurahan Burengan menuturkan, ada warga yang tidak pernah nongol, tahu-tahu menuntut haknya untuk mendapatkan bansos. "Jadi seperti pendatang musiman, musim bansos,” ungkapnya, Kamis (2/7/2020).
Beberapa warga memang ada yang memiliki KTP Kota Kediri namun domisili tidak di Kota Kediri. RT/RW sempat pusing menghadapi warga yang tiba-tiba hadir ketika ada bantuan.
Namun mereka tetap didata sebab tidak ada larangan bahwa warga ber-KTP di Kota Kediri, tapi domisili tidak tetap. Warga yang demikian juga mendapatkan haknya termasuk Kartu Sahabat.
Menurut Martono, tak mudah dan perlu waktu untuk membuat sinkron data ribuan penerima bansos agar tidak ada yang mendapatkan dobel, namun ada warga yang sama sekali tidak mendapatkan.
Pengurus RT/RW dan segenap jajaran bekerja keras untuk mensinkronkan data itu sehingga pemberian Kartu Sahabat tahap kedua ini relatif lebih rapi dibanding tahap pertama.
Kepala Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri, Triyono Kutut menyebutkan, kalau KTP-nya masih berada di wilayah Kota Kediri, bantuan tetap masih bisa diberikan.
"Kalaupun pindah tapi masih di wilayah Kota Kediri masih tetap mendapatkan bantuan. Hanya nanti SPJ-nya yang perlu diperhatikan oleh perangkat kelurahan,” jelasnya.
Musim bansos ini ada warga yang merasa tidak puas, kerap kali menelepon langsung ke Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Kediri.
Mereka merasa berhak mendapatkan bansos namun tidak terdaftar.
Bukannya langsung lapor ke RT/RW, tapi menelepon Call Center dan langsung lapor ke Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar melalui media sosial.
Serka Edi, aparat Babinsa berharap jika ada warga yang belum menerima bansos berkoordinasi dengan pihak RT/RW, perangkat kelurahan, Babinsa, Babinkamtibmas untuk menyelesaikan masalah.
Kartu Sahabat diberikan untuk semua warga Kota Kediri kecuali, TNI/Polri, PNS aktif dan pensiunannya, pengusaha dan pegawai swasta yang berpendapatan diatas UMK.