Selain Forkopimda, rakor tersebut dihadiri pula oleh instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Disbudparpora, BPBD Kota Kediri dan Satpol PP Kota Kediri.
Dalam pertemuan tersebut, Wali kota Kediri menyampaikan, selama perjalanan menangani Covid-19 di Kota Kediri, kerja sama berbagai pihak membuahkan hasil yang positif dan apa yang sudah dilakukan harus dipertahankan.
Selain itu, kolaborasi dari Polresta kediri, Kodim 0809, satpol PP dan Dishub diharapkan terus berjalan, salah satunya dalam hal melakukan patroli.
"Saat ini daerah kita belum dinyatakan bersih tapi mungkin warnanya masih orange. Artinya walaupun kasusnya banyak, tapi saya yakin dengan kasus yang lumayan banyak ini, kita betul-betul bisa mengendalikan persebarannya. Dan saya harap tetap nanti Satpol PP, Dishub bersama Pak Kapolresta dan Pak Dandim berkolaborasi untuk melakukan patroli," kata wali kota Kediri.
Bagaimana supaya memberikan rasa aman dan nyaman di Kota Kediri? Wali kota Kediri mengatakan masyarakat bersama-sama mengendalikan kasus ini. Supaya kasus ini bisa ditekan, tidak ada yang meninggal dan tingkat kesembuhannya tinggi.
"Saat ini Kota Kediri ramai lagi, yang kita khawatirkan angka tertularnya juga semakin tinggi. Padahal berdasarkan Perwali kita akan melakukan pengetatan. Kita tidak new normal, kita tidak melakukan PSBB, tapi kita melakukannya adalah dengan pengetatan kegiatan masyarakat," ujarnya.
Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana menyambut positif dan sepakat akan terus melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 di Kota Kediri.
"Kita sudah sepakat apa yang kita kerjakan mempresentasikan apa yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri. Mulai kemarin kita sampaikan mari sama-sama kita bekerja untuk masyarakat Kota Kediri. Jangan sampai apa yang sudah kita jaga ini bubar karena kita tidak bisa menjaga. Oleh karena itu pesan untuk masyarakat Kota Kediri, saat ini kita belum masuk new normal. Kita masih masa siaga covid-19," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Dr. Fauzan menjelaskan berdasarkan data, indikator-indikator terkait Covid-19 di Kota Kediri sudah mengalami perbaikan. Angka kematian lebih sedikit, sedangkan angka kesembuhan lebih banyak berdasarkan presentase perbandingan dari Provinsi Jatim dan nasional.
"Ada 11 indikator yang harus kita lalui, dan untuk Kota Kediri ini masih ada beberapa indikator yang harus kita perkuat lagi. Kalau melihat trennya, Kota Kediri sudah melalui puncak dan kalau prediksi kami sudah mulai ada perlambatan kasus. Sejalan dengan tingkat reproduksi transmissionnya di Indonesia yang masih diatas 2,5, artinya satu pasien masih menularkan 2 sampai 3 orang," jelasnya.
Dr. Fauzan menambahkan, angka Kota Kediri saat ini untuk kasus Covid-19 yaitu sekitar 19 kasus per 100 ribu penduduk. Sedangkan normalnya yaitu kurang dari 5 kasus per 100 ribu penduduk.
"Tingkat kesembuhan di Kota Kediri adalah 19 orang dari 57 kasus yaitu sekitar 33 persen jauh melampaui tingkat nasional dan Provinsi. Artinya begitu kasus ditemukan, penanganan yang dilakukan juga maksimal. Dan angka kematiannya hanya 1 pasien dibanding 57 kasus atau sekitar 1,75 persen. Ini adalah beberapa indikator keberhasilan yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri," pungkasnya.
Menanggapi hal yang disampaikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kepala Dishub sekaligus Plt Satpol PP Kota Kediri, M Ferry Djatmiko menyampaikan, timnya selalu siap dan akan terus melakukan operasi gabungan bersama jajaran Polresta Kediri dan Kodim 0809 untuk memberikan peringatan ke tempat-tempat dan beberapa pelaku usaha yang masih melanggar aturan dan tidak menerapkan protokol kesehatan.