Warga Isolasi Mandiri Pemkot Kediri Berdayakan Si Jamal

Kediri Dalam Berita | 15/04/2020

Warga Isolasi Mandiri, Pemkot Kediri Berdayakan Si JamalPara petugas saat kirimkan sayuran dan sembako kepada warga isolasi mandiri di kelurahan bujel. (Foto: Candra/TIMES Indonesia)

FOKUS

 NKRI LAWAN CORONA

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Si Jamal (Sinergi untuk Jaring Pengaman Sosial) mengirimkan 50 paket sayuran dan sembako untuk warga yang menjalani isolasi mandiri dampak corona di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri Selasa, (14/04/2020).

Sayuran ini menjadi komponen bahan makanan yang juga menjadi prioritas Si Jamal selain sembako, sebab sayuran juga sangat diperlukan untuk menjaga stamina tubuh untuk melawan virus. 

Dalam sayuran banyak terkandung zat-zat hijau daun dan vitamin maupun mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Sayuran yang mengandung banyak zat besi (fe) disarankan untuk dikonsumsi untuk menjaga ketahanan tubuh di samping sayuran yang lainnya. Zat besi penting untuk meningkatkan hemoglobin dan kadar oksigen dalam tubuh. Apalagi di tengah upaya menghadapi pandemi corona. 

“Kalau hemoglobin kita bagus maka zat-zat darah lainnya juga bagus dan akhirnya daya imun kita juga bagus,” kata dr. Fauzan Adima, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri. 

Meski dalam kondisi terbatas akses, tak hanya sembako yang menjadi kebutuhan utama warga yang sedang mengisolasi diri di rumah. Namun juga kebutuhan sayur dan buah-buahan. Salah satu gerakan masyarakat untuk hidup sehat (Germas) adalah makan buah dan sayur. Asupan ini harus tercukupi juga.

“Bantuan tidak hanya dari Si Jamal, beberapa masyarakat dan juga Komunitas Hidroponik Kota Kediri juga ikut menyumbang sayuran,” kata Dini, relawan BPBD yang sedang bertugas.

Di Kelurahan Bujel, sejumlah 50 KK mengisolasi mandiri sejak tanggal 10 April 2020 ketika salah satu warganya dinyatakan postif Covid-19. Warga tersebut di RW 04 terdiri dari 2 KK dari RT 01, 4 KK dari RT 03, dan sisanya dari RT 02. 

“KK-nya memang nyebar di 3 RT berdasarkan radius dengan rumah pasien dan juga yang pernah kontak,” kata Khoiruddin, Kasie Kesra Bujel. 

Semua akses jalan menuju wilayah tersebut ditutup dan dijaga oleh petugas hingga 14 hari sampai dinyatakan aman. Semua warga yang keluar masuk harus melaporkan ke petugas