Pemkot Kediri Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Tempat-Tempat Ibadah

Kediri Dalam Berita | 25/03/2020

Pemkot Kediri Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Tempat-Tempat IbadahWali Kota Kediri bersama Kapolresta Kediri dan Dandim 0809 lakukan penyemprotan disinfektan di Masjid Ponpes Lirboyo. (Foto: Istimewa)

FOKUS

 NKRI LAWAN CORONA

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Langkah cepat terus diambil Pemerintah Kota Kediri dalam menekan penyebaran virus Corona. Seluruh elemen bekerjasama untuk meminimalisir resiko yang terjadi akibat meluasnya sebaran virus yang biasa disebut COVID-19 ini.

Penyemprotan cairan disinfektan dilakukan pagi ini, Selasa (24/3/2020) di beberapa tempat ibadah di Kota Kediri. Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana, Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung, Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu beserta jajaran melakukan penyemprotan disinfektan di tiga titik yakni Gereja Getsmani, Masjid Pondok Lirboyo, dan Masjid Darunnajah.

Pemkot-Kediri-a.jpg

Hampir setiap sudut ruangan di dalam Gereja dan Masjid disemprot disinfektan. Mulai dari ruang imam/khotib, tempat duduk, lantai dalam dan luar, kaca, dan dinding tembok pun tak luput dari penyemprotan desinfektan. Termasuk jendela, pintu dan pegangan tangga pun menjadi perhatian untuk disemprot disinfektan.

Penyemprotan cairan disinfektan di tempat ibadah ini disambut baik oleh Pendeta Timotius Kabul selaku gembala sidang Gereja Baptis Getsmani. Ia menuturkan, sebelum penyemprotan disinfektan ini pihak gereja juga telah melakukan pembersihan dengan baiclyn. “Pembersihan dilakukan setiap hari Rabu dan Minggu,” ujarnya.

Pemkot-Kediri-b.jpg

Pendeta Timotius Kabul menjelaskan bahwa pihaknya mendukung dan mengikuti anjuran pemerintah. Beberapa keputusan juga telah diambil yang merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Wali Kota Kediri tentang penundaan sementara kegiatan keagamaan di tempat ibadah. 

“Ibadah hari Minggu dan kegiatan Gereja dialihkan sementara waktu sambil mengikuti perkembangan berikutnya. Gereja memfasilitasi ibadah gereja di rumah masing-masing dengan mengikuti live streaming facebook, instagram atau youtube. Ini satu himbauan, mulai hari ini kita lakukan,” jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Badrus Pengurus Masjid Darunnajah Bandar Kidul. Ia mengungkapkan, dengan adanya surat perintah dari wali kota untuk sementara jangan ada kegiatan yang membuat berkerumun orang, sudah tidak banyak orang ke masjid. Dan untuk kegiatan penyemprotan ini bagus dilakukan, ini juga merupakan harapan masyarakat agar masjid steril dan aman.

Sementara itu KH. Abdul Muid Shohib pengurus Pondok Pesantren Lirboyo menjelaskan bahwa Pondok Lirboyo biasanya banyak acara di awal tahun ini, namun semua dibatalkan. Selain itu, santri liburnya dipercepat yang biasanya pertengahan bulan April menjadi awal April dan kepulangan santri diorganisir oleh pondok karena tidak boleh pulang sendiri-sendiri.

Pemkot-Kediri-c.jpg

Selanjutnya di dalam pondok tetap melakukan anjuran dari pemerintah, seperti social distancing hidup sehat dengan olahraga dan tentunya juga berdoa. Lalu santri juga tidak boleh keluar kemana-mana, setiap pintu masuk selalu dijaga dan orang yang masuk ke pondok juga diseleksi terlebih dahulu.

Kalau ada orang terpaksa masuk pondok, pondok menerapkan cuci tangan dan sterilisasi kendaraannya. Selain upaya teknis, pondok juga setiap malam melakukan istighosah.

“Santri wajib pulang tapi ada pengecualian untuk santri yang rumahnya di daerah beresiko tinggi kita beri toleransi atau harus ada penjemputan. Jelasnya untuk tahun ini beda dengan tahun sebelumnya kalau dulu santri libur boleh pulang sendiri kalau sekarang harus diorganisir sama pondok. Dengan kita sewakan bus menuju wilayah mereka. Bus nya pun juga disterilisasi biar terkontrol selama perjalanan,” ujarnya terkait pencegahan penyebaran virus Corona daribpihak Ponpes.