Kediri (beritajati.com) – Fenomena Citayam Fashion Week di Sudirman, Jakarta memunculkan kreasi dan kreatifitas banyak anak muda di kota – kota lain. Di Kota Kediri, para pemuda menghelat fashion show dadakan dengan tajuk Memorial Park Kediri (MPK) Fashion Street.
Konsultan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Kediri Dipa Kurniyantoro, S.H minta kemunculan fashion show MPK harus menjadi perhatian dan konsentrasi Pemerintah Kota Kediri, agar tidak didaftarkan hak merk dan hak ciptanya oleh pribadi atau perseorangan, seperti yang terjadi pada Citayam Fashion Week.
“Seharusnya Pemerintah Kota Kediri memfasilitasi. Karena ini merupakan karya seni atau karya intelektual anak-anak muda Kota Kediri. Seharusnya ini menjadi perhatian Pemkot Kediri untuk mendaftarkan karya intelektual ini di Dirjen HAKI,” desaknya, pada Selasa (26/7/2022).
Dengan langkah cepat pemerintah daerah dalam melegalisasi, maka karya tersebut akan menjadi milik semua, bukan segelintir orang. “Supaya tidak dimanfaatkan oleh orang per orang. Tetapi menjadi karya intelektual komunal atas Kota Kediri. Atas pemuda-pemuda Kota Kediri yang kreatif,” tegasnya.
Masih terang Dipa, sistem pendaftaran merk dan hak cipta itu berbeda. Pendaftaran merk menggunakan sistem first to file. Artinya, siapa pendaftar terlebih dahulu, maka dia yang berkah untuk mendapatkan hak pemilikan merk tersebut.
Sedangkan pendaftaran hak cipta menggunakan sistem deklaratoir. Maknanya, ciptaan itu lahir ketika ciptaan itu dapat digunakan. Sedangkan ranah undang-undangnya juga berbeda. Hak merk diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016. Sedangkan hak cipta pada UU Nomor 28 Tahun 2014.
“Ini harusnya menjadi perhatian khusus buat Pemerintah Kota Kediri dan teman -teman pelaku bisnis, supaya hak intelektualnya tidak didaftarkan oleh pihak lain,” pesannya.
Diketahui, fashion show dadakan MPK sendiri berlangsung di Taman Kediri Memorial Park Sabtu (23/7/2022) kemarin. Dalam gelaran itu, puluhan pecinta fashion dan sejumlah komunitas memamerkan fashion terkini sesuai gaya masing-masing.
Inisiator MPK Fashion Street, Setyo Bayu Aji mengaku, ide awalnya dari melihat Citayam Fashion Week di Sudirman, Jakarta yang viral di TikTok. Dia pun terinspirasi untuk membuat acara yang serupa di Kota Kediri.
Bagi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan Pertamanan Kota Kediri, Anang Kurniawan menganggap gelaran MPK ini kegiatan yang positif. Terutama jika peserta dan pengunjung dapat menjaga kebersihan dan kenyamanan taman. Terlebih, bila acara tersebut mampu menghidupkan kembali UMKM.

