KBRN. Kediri : Pemerintah Kota Kediri mengimbau masyarakat untuk terus mematuhi prokes yang ada. Karena sampai saat ini, kondisi Pandemi Covid-19 masih belum usai, terlebih dengan munculnya varian baru, Omicron. Informasi yang dihimpun Kementerian Kesehatan, Omicron sendiri memicu gejala ringan seperti flu biasa, batuk, dan demam dengan tingkat penularan yang cepat.
Kadinkes Kota Kediri, dr. Fauzan Adima mengatakan, Kasus Omicron ini tidak bisa langsung terdeteksi, melainkan harus melalui PCR S-gene Target Failure (SGTF) atau juga dengan Whole Genome Sequencing (WGS). Dinas Kesehatan Kota Kediri pun akan segera mengirimkan sampel swab untuk diperiksa bila Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur melalui SGTF atau WGS.
Dalam hal ini, Pemkot Kediri juga mempersiapkan berbagai strategi menghadapi gelombang ke-3 Covid-19, antara lain memperketat kembali penerapan Prokes, meningkatkan imunisasi, melakukan kegiatan masyarakat, serta mengembangkan kebijakan Pertemuan Muka (PTM) bagi siswa SD dan SMP dengan hanya mengizinkan 50 persen siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar serta mengaktifkan kembali lokasi isoter Kota Kediri.
Untuk diketahui, data dari Dinkes Kota Kediri tentang capaian vaksinasi Covid-19 Kota Kediri, total capaian vaksinasi dosis I mencapai 137,8 persen; dosis II : 118,25 persen; dan dosis III : 3,95 persen
