Adakan FGD, Wali Kota Kediri Bahas Prodamas Plus Bersama Semua Ketua RT/RW

Kediri Dalam Berita | 26/01/2022

Surya.co.id

 
surya/didik mashudi
 
Kegiatan Forum Grup Diskusi yang diikuti ketua RT dan RW membahas Prodamas Plus di Balai Kota Kediri, Selasa (25/1/2022). 
 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Prodamas Plus yang merupakan program pemberdayaan masyarakat, sudah dikenal luas di Indonesia. Agar kegiatan Prodamas Plus berjalan lebih baik lagi, semua Ketua RT dan RW di Kota Kediri diundang dalam Forum Group Discussion (FGD) untuk menentukan arah kegiatannya, Selasa (25/1/2022).

Tahun lalu anggaran Prodamas Plus jauh lebih besar yakni Rp 100 juta per RT per tahun. Diharapkan Prodamas Plus memberikan kemanfaatan lebih bagi masyarakat Kota Kediri.

Pelaksanaan Prodamas Plus memiliki tantangan besar. Seperti perubahan mekanisme dari swakelola tipe 1 yang dilaksanakan kelurahan, menjadi swakelola tipe 4 yang dilaksanakan kelompok masyarakat (pokmas).

Selain itu harus memakai SIPD untuk penganggaran, dan pelaksanaan di tengah pembatasan akibat pandemi. Tantangan ini harus didiskusikan bersama agar Prodamas Plus berjalan dengan lebih baik lagi. Dari diskusi diharapkan kendala yang ada bisa diselesaikan.

"Sampaikan apa saja yang menjadi kendala atau masukan bagi pelaksanaan Prodamas Plus. Kita cari jalan keluar bersama apabila ada kendala yang terjadi. Sehingga program ini manfaatnya jauh lebih besar lagi," ungkap Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat membuka kegiatan FGD.

Wali kota berharap ada inovasi yang muncul karena di Kediri akan ada bandara dan jalan tol. Sehingga ada inovasi Prodamas Plus untuk menangkap peluang yang ada.

"Kediri ini semakin lama akan semakin padat. Kita harus mempersiapkan dengan baik agar bisa menangkap peluang yang ada. Saya harap ada inovasi-inovasi yang muncul. Terlebih bisa menyempurnakan Prodamas Plus," ungkapnya.

Sementara Edi, salah satu peserta FGD menyampaikan masukan dan gagasan untuk kegiatan Prodamas Plus.

“Untuk di lingkungan saya, cakupan wilayah luas dan warganya banyak. Jadi anggaran Rp 100 juta masih belum dapat memenuhi semua. Namun kami berusaha maksimal untuk memanfaatkannya,” ujarnya.