Sejarah Cerita Panji, Budaya Asli Kediri: Buktinya Tersimpan di Museum Airlangga

Kediri Dalam Berita | 26/01/2022

logo

Bagi masyarakat Kota Kediri sudah tidak asing dengan eksistensi cerita Panji dan Galuh.
Bagi masyarakat Kota Kediri sudah tidak asing dengan eksistensi cerita Panji dan Galuh.
 

Kediri, koranmemo.com - Bagi masyarakat Kota Kediri sudah tidak asing dengan eksistensi cerita Panji dan Galuh. Sebagai identitas budaya asli KediriPanji Galuh patut untuk dipahami oleh masyarakat Kota Kediri.

Beruntung, museum Airlangga menyimpan salah satu bukti sejarah cerita Panji yang terawat apik disalah satu sisi museum kebanggaan Kota Kediri ini.

Zachrie Ahmad, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri membenarkan hal tersebut.

Ia mengkonfirmasi bahwa di museum Airlangga menyimpan salah satu bukti sejarah cerita Panji.

“Benar, di museum Airlangga ada salah satu relief yang ditemukan di Kediri. Saat ini bukti sejarah tersebut terawat dengan baik dan dapat dilihat serta dipelajari oleh seluruh masyarakat yang berkunjung ke museum,” ucapnya, Senin, (24/1).

 

Sementara saat dikonfirmasi mengenai sejak kapan relief tersebut berada di museum Airlangga, pihaknya mengatakan bahwa sejak museum berdiri bukti sejarah tersebut sudah dipercayakan ke museum Airlangga.

 

“Awalnya relief tersebut dan beberapa peninggalan sejarah lain tersimpan di Alun-Alun Kota Kediri, kemudian kami pindahkan ke museum yang ada di area taman Tirtoyoso Kota Kediri. Seiring bertambahnya waktu, begitu juga dengan jumlah koleksinya, sehingga di tahun 1991 Museum Airlangga resmi berdiri dan semua koleksi kami pindahkan pula, termasuk relief panji tersebut,” terangnya.

Sebagai informasi, secara umum relief tersebut diyakini sebagai bagian dari sepenggal fragmen cerita panji Semirang.

Dalam relief tersebut tergambarkan ada 7 sosok tokoh. Diyakini sosok dengan hiasan kepala (tekes) adalah sosok panji dengan pengawalnya yang sedang berhadapan dengan sosok Panji Semirang yang diyakini sebagai penjelmaan dewi Sekartaji yang sedang mengembara kabur dari kerajaan.