

Kediri,koranmemo.com - Putaran ke-2 BRI Liga 1 Indonesia musim 2021/2022, Persik Kediri belum menunjukkan performa terbaik.
Pelatih Kepala Persik Kediri, Javier Roca mengakui persaingan sangat ketat untuk bertahan dan menghindar dari zona degradasi.
Setelah pertandingan melawan Borneo FC, Sabtu (8/1), Javier Roca sempat berbicara jika kompetisi akan berlangsung kejam.
Pada jumpa pers dalam jaringan (daring), Selasa (11/1) dia memaparkan kenapa laga Putaran ke-2 BRI Liga I akan berlangsung kejam.
Menurutnya, kejam yang dimaksud adalah kompetisi akan lebih panas jika dibandingkan dengan putaran ke-1.
Klub-klub yang telah mengetahui peta kekuatan tim telah berusaha untuk meningkatkan performa tim dengan merekrut pemain baru.
Persik Kediri juga melakukan hal demikian, merekrut pemain yang dibutuhkan untuk mengisi posisi yang ditinggal oleh pemain yang dicoret, mengundurkan diri, atau cedera sampai akhir musim 2021/2022.
Tapi sayang performa klub masih belum menunjukkan hasil positif pada 2 pertandingan terakhir.
Roca menyebut jika banyak tim yang memiliki target tinggi pada liga yang kembali digulirkan setelah Sekitar 1 tahun terhenti.
“Kami tau ini sudah masuk putaran ke-2. Banyak tim yang membutuhkan poin, ada tim yang menginginkan target tinggi, termasuk kami. Semua pertandingan akan berat, pertandingan akan seru,” katanya.
Dalam tensi tinggi, katanya, tim sepakbola bisa menjalankan pelebagai strategi untuk bisa menang.
Tapi Roca menekankan agar setiap pertandingan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Tapi tetap tujuan utama adalah sportivitas dan sepakbola yang sesungguhnya,” katanya.
Roca melanjutnya, dalam industri sepakbola Indonesia siapa saja yang memiliki pengalaman masuk di dalam lapangan tentu memiliki keinginan untuk memajukan industri sepakbola lokal.
“Orang yang pernah masuk lapangan itu mengerti apa artinya sportivitas, termasuk wasit termasuk pemain, pelatih dan mantan pemain,” katanya.
“Kami juga memiliki tanggung jawab besar untuk memajukan sepakbola indonesia,” papar Roca.
Tapi bagi orang yang belum pernah merasakan sebagai pemain, wasit, atau pelatih dia tidak bisa menghakimi.
Dia hanya menginginkan agar semua pelaku industri sepakbola saling menjaga dalam setiap pertandingan.
Banyak orang yang masuk di tim sepakbola, katanya, tapi belum masuk ke dalam lapangan.
“Sehingga apa saja yang mereka mau lakukan, apa yang mereka bicarakan, dan apa yang mereka kerjakan saya tidak mengerti dan tidak tau,” ujarnya.
“Tapi paling tidak sebagai tim, dan pelaku industri sepakbola, kami harus saling menjaga,” tutupnya.(dia)