Apa yang Harus Dilakukan Warga Kediri jika Ada Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman?

Kediri Dalam Berita | 28/07/2021

KEDIRI, KOMPAS.com - Sejumlah warga yang terpapar Covid-19 terpaksa harus menjalani isolasi mandiri. Tak jarang, kondisi pasien Covid-19 turun tiba-tiba atau meninggal saat isolasi mandiri. Lalu, apa yang harus dilakukan masyarakat Kediri jika ada pasien Covid-19 yang meninggal saat isolasi mandiri? Dikutip dari unggahan pada akun @pemkotkediri, ada beberapa tahapan dalam tata laksana penanganan warga Kota Kediri yang meninggal saat isoman. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghubungi pihak RT/RW setempat untuk melaporkannya. Kedua, pihak RT/RW akan menindaklanjutinya dan berkoordinasi dengan petugas Posko PPKM di tingkat kelurahan. Baca juga: Satpol PP Kediri Bubarkan Resepsi Pernikahan yang Digelar di Hotel Saat PPKM Ketiga, petugas Posko PPKM tingkat kelurahan akan melaporkannya kepada puskesmas terdekat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Keempat, dua institusi itu nantinya menjemput jenazah, lalu membawanya ke RSUD Gambiran sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. Kelima, di rumah sakit tersebut, jenazah akan menjalani pemulasaraan sesuai protokol Covid-19. Keenam, di saat yang bersamaan, RSUD Gambiran berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk lokasi pemakamannya. Ketujuh, pemakaman akan dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.   Masyarakat juga bisa mengajukan pertanyaan sekitar Covid-19 dengan menghubungi call center di Pemkot Kediri dengan nomor telepon (0354) 2894000, 08113787119. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkot Kediri Apip Permana membenarkan keabsahan pengumunan tersebut. "Betul (pengumuman resmi)," ujar Apip Permana saat dikonfirmasi, Selasa (27/7/2021). Apip menambahkan, hingga saat ini terdapat 1.430 warga Kota Kediri yang menjalani isolasi mandiri. Baca juga: Sejumlah RW di Surabaya Sudah Siapkan Rumah Isolasi Mandiri, Ini Alasannya... Untuk warga yang sedang isoman tersebut mendapatkan bantuan sembako senilai Rp 500.000 dan vitamin. Pemkot juga menyediakan tempat isolasi mandiri terpusat di dua titik lokasi, yakni bangunan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Jalan Himalaya dan Gedung Nasional Indonesia (GNI) yang ada di Jalan Mayjend Sungkono. Adapun perkembangan kasus positif Covid-19 di Kota Kediri masih tinggi. Dari data yang diakses dari laman infocovid19.jatimprov.go.id, pada Selasa (27/7/2021), terdapat tambahan 67 kasus baru sehingga total sebanyak 2.526 kasus kumulatif. Dari jumlah itu, terdapat 589 kasus aktif, 225 pasien meninggal, dan 1.712 pasien sembuh.