Kantin RSUD Gambiran Kediri Disulap Jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Kediri Dalam Berita | 02/07/2021

 KEDIRI, KOMPAS.com- Melonjaknya jumlah pasien Covid-19 membuat RSUD Gambiran Kota Kediri, Jawa Timur, memaksimalkan sumber daya yang ada. Bangunan kantin pun disulap menjadi ruangan tambahan untuk perawatan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi. Wakil Direktur Pelayanan RSUD Gambiran, I Nengah Gangga mengatakan, ruangan kantin tersebut memang kosong selama pandemi. Karena kebutuhan ruangan semakin mendesak, akhirnya kantin tersebut dimanfaatkan. "Kantin belum operasional, akhirnya dipakai untuk ruangan," ujar Nengah dalam sambungan telepon, Kamis (1/7/2021). Baca juga: Jual Tanah Penyandang Tunanetra, Oknum Pengacara di Nganjuk Ditahan Kejaksaan Lakukan penyesuaian Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Lihat Foto Ilustrasi rumah sakit(Wavebreakmedia) Beberapa penyesuaian pun dilakukan. Mulai dari megubah dari tempat terbuka menjadi tertutup, pemasangan sekat-sekat pemisah bilik kamar, hingga pemasangan instalasi kedokteran. Perlengkapan pendukung juga dipasang seperti kamar tidur maupun meja kamar pasien. "Intinya jadi kayak bangsal, gitu. Jumlahnya ada 10 bed," lanjut Nengah. Dengan adanya penambahan ruangan itu, kata Nengah, total hingga saat ini sudah ada 160 kamar tambahan di rumah sakit itu. Baca juga: Kisah Aurel, Bocah yang Selamat dari Tragedi KMP Yunicee, Orangtua dan Kakak Belum Ditemukan Lihat Foto Ilustrasi pasien Covid-19 anak. Kasus Covid-19 pada anak di Indonesia semakin meningkat. Orangtua diimbau waspada terhadap gejala Covid-19 varian Delta pada anak.(SHUTTERSTOCK/sumroeng chinnapan) Adapun mengenai klasifikasi ruangan isolasi, peruntukannya dibagi menjadi beberapa jenis pasien. Mulai dari ruang isolasi pasien bayi, anak-anak, bersalin, serta pasien dewasa. Dari klasifikasi itu, ketersediaan kamar isolasi bagi pasien dewasa saat ini sudah penuh. "Untuk ruang isolasi dewasa, yang penuh," imbuhnya. Peningkatan jumlah pasien tersebut, ujar Nengah, sebenarnya tidak hanya memengaruhi ketersediaan kamar saja. Hal yang tidak kalah penting lainnya adalah soal tenaga kesehatan dan obat-obatan. Para tenaga kesehatan saat ini harus bekerja ekstra keras karena jumlah pasien yang terus bertambah. Baca juga: Remaja Difabel Disekap 3 Hari dan Diperkosa, Jalan Kaki ke Rumah hingga Pingsan Oleh sebab itu pihak rumah sakit terus berupaya menjaga jangan sampai ada tenaga kesehatan turut terpapar. Karena jika sampai terpapar maka rumah sakit akan kekurangan tenaga. "Saat ini jumlah tenaga masih mencukupi. Makanya kita jaga terus agar tidak sampai terpapar," lanjut Nengah. Bentuk perlindungan manajemen terhadap nakes itu di antaranya adalah protokol kesehatan, pemberian APD, hingga vitamin pendukung. Baca juga: Kenang Korban Tewas KMP Yunicee, Ibunda: Dia Ingin Gajinya untuk Adik dan Berkurban Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan, tingkat ketersediaan kamar perawatan di Kota Kediri saat ini 64%. Untuk mengantisipasi lonjakan yang lebih besar, saat ini Satgas terus mengupayakan adanya penambahan kamar di masing-masing rumah sakit. "Penambahan sejak 21 sampai 30 Juni nambah 167 bed dari 316 sekarang menjadi 483," ujar Fauzan Adima. Adapun jumlah kasus Covid-19 di Kota Kediri, pada Rabu (30/6/2021) terdapat tambahan sebanyak 20 kasus. Sehingga total terdapat 1.557 kasus dengan rincian 120 dirawat, 154 meninggal, serta 1.284 orang sembuh.