Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kelurahan Setonopande, Kota Kediri menerapkan mikro lockdown untuk RT 3 RW 4. Itu setelah 10 warga di kelurahan tersebut reaktif Covid-19. Penutupan sementara satu RT ini dilakukan selama 14 hari ke depan.
Kepala Kelurahan Stonopande Widya Purna Nur Huda mengungkapkan, mikro lockdown ini dilakukan setelah pihak kelurahan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Kediri mengenai kasus Covid-19 yang terjadi di RT tersebut.
Sebelumnya, seorang warga berusia 80 tahun sakit dan terdeteksi Covid-19, lalu dirawat di RS Bhayangkara. Tidak berselang lama, seorang warga berusia 60 tahun meninggal. Rumah kedua orang tersebut berhadapan. “Awalnya ada seorang warga yang sakit dan terdeteksi Covid-19. Saat ini dirawat di RS Bhayangkara,” ungkap Huda.
Pihak kelurahan kemudian melakukan tracing terhadap warga yang melakukan kontak erat dengan pasien tersebut. Diketahui sebanyak 10 orang reaktif Covid-19. Mereka tidak mengalami gejala sakit atau orang tanpa gejala (OTG).
Dari hasil koordinasi dengan pihak terkait, warga sepakat melakukan mikro lockdown. Sebanyak 40 keluarga akan menjalani isolasi. Mereka dilarang melakukan aktivitas di luar rumah. Begitu juga dengan warga yang bekerja, mereka diminta untuk Work From Home (WFH). “Buat yang bekerja, kita buatkan surat keterangan jika yang bersangkutan sedang menjalani mikro lockdown,” ungkap Huda.
Sementara itu Tim PPKM akan kembali melakukan test kepada warga yang reaktif. Apabila kondisi sudah membaik maka pembukaan lockdown bisa dipercepat. Warga yang menjalani mikro lockdown mendapat bantuan dari kebutuhan sehari-hari dari warga sekitar.

