Tips DKPP Kota Kediri Usir Hama Tikus yang Serang Lahan Jagung Petani di Kelurahan Bandar Lor

Kediri Dalam Berita | 24/06/2021

Surya

 
surya.co.id/didik mashudi
 
 Petugas menyiapkan racun tikus di dekat sarang tikus di lahan pertanian Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri, Rabu (23/6/2021). 
 

SURYA.co.id | KEDIRI - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri melancarkan aksi Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus yang menyerang lahan pertanian di Kelurahan Bandar Lor, Rabu (23/6/2021).

Sebelumnya petani di Kelurahan Bandar Lor mengeluhkan serangan hama tikus yang telah merusak  tanaman jagung.

Tanaman jagung yang baru ditanam dalam kondisi rusak dimangsa tikus.

Mohamad Ridwan,  Kepala DKPP Kota Kediri menjelaskan, serangan dari hama tikus patut diwaspadai.

Sebab serangan tikus jika dibiarkan akan membuat para petani ini mengalami kerugian.

"Untuk sawah yang dekat dengan pemukiman warga seperti di Kelurahan Bandar Lor ini, keberadaan hama tikus seringkali menjadi masalah untuk para petani," ungkapnya.

Untuk mengatasi serangan hama tikus dilakukan aksi Gerdal yang dilakukan di  ladang jagung milik petani di Jalan Wachid Hasyim, belakang RS Kilisuci

"Kita lakukan penanganan secara alami dan kimia disesuaikan dengan kondisi dari kerusakan tanaman dan populasi hama," tandasnya.

Penanganan tersebut meliputi beberapa cara seperti penggunaan perangkap tikus, pestisida kimia (Racumim dan Petrokum) dan penanganan secara alami menggunakan agensia hayati.

 "Selain itu kita juga melakukan gropyokan dengan cara pengomposan atau pengasapan pada lubang tikus," jelas Ridwan.

Petugas juga tidak henti-hentinya memberikan pembinaan dan sosialisasi kepada para petani di Kelurahan Bandar Lor oleh petugas penyuluh lapangan.

Sementara Laila Isti, Kasi Perlindungan Tanaman DKPP Kota Kediri menjelaskan, penggunaan racun tikus yang telah disiapkan menggunakan Racumin yang telah berizin edar dari pemerintah.

Sehingga bahan racun telah dinilai aman untuk keberlangsungan lingkungan.

Sementara cara menggunakan racun dengan menggunakan pelet ayam. Setiap dua gelas pelet ayam dibubuhkan racumin sebanyak satu sachet.

Kemudian dicampur dengan satu sendok minyak goreng dan dicampur hingga merata. Selanjutnya diletakkan di depan liang sarang tikus.

"Pelet ayam bisa diganti alternatif lain, seperti jagung manis," jelasnya.

Sementara penggunaan racun Petrokom, fungsinya tidak untuk mematikan tikus, melainkan membuat tikus tidak mau makan lagi.

 "Karena begitu dia makan racun yang berbentuk seperti permen ini, perutnya akan menjadi mual, kerongkongan mengering, kemudian akan mencari sumber air untuk diminumnya," terangnya.

Setelah tikus meminum air tersebut racunnya baru akan bereaksi dan akan membuatnya mati. "Jadi tidak langsung mati ditempat, melainkan kadang mati masuk ke liang-liang mereka," jelasnya.

Setelah mendapatkan penjelasan, petani dari kelompok tani Bandar Sari kemudian meletakkan racun-racun tikus yang telah diracik di lokasi dekat dengan liang sarang tikus. 

Syaifudin, salah satu anggota dari kelompok petani berterimakasih atas pembinaan dan bantuan yang telah diberikan oleh DKPP Kota Kediri.

"Semoga dengan kegiatan ini populasi dari hama tikus ini bisa dikendalikan dan membuat tanaman kami bebas dari serangan tikus," harap Syaifudin.

Sementara bantuan yang diberikan  DKPP Kota Kediri kepada petani, meliputi 5 Kg Petrokom, 5 sachet Racumin, dan dua perangkap tikus.