TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Para diaspora dan perantau asal Kota Kediri yang tidak bisa mudik menggelar silaturahmi virtual bersama Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Command Center Balaikota Kediri, Rabu (19/5/2021) malam.
Diaspora yang mengikuti silaturahmi tidak hanya perantau yang ada di Jakarta, Bandung, tapi tinggal di luar negeri seperti Hungaria, Amerika Serikat, Qatar, Jepang dan Prancis.
Kegiatan silaturahmi virtual berlangsung dalam suasana yang. Terlihat hadir sejumlah pejabat Pemkot Kediri mendampingi Walikota.
Pada kegiatan itu selain saling bermaafan juga bertukar kabar dan berdiskusi dengan diaspora dan para perantau.
Walikota mengajak diaspora dan perantau memberikan masukan bagi Pemerintah Kota Kediri untuk membangkitkan ekonomi di Kota Kediri, khususnya sektor UMKM pada momentum Hari Kebangkitan Nasional.
Selain mengucapkan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah kepada seluruh diaspora dan perantau, Walikota juga mengajak rekan-rekan diaspora untuk memberikan masukan dan terobosan untuk membangkitkan sektor UMKM di Kota Kediri.
Nantinya dari masukan ataupun pengalaman dari rekan-rekan diaspora, dapat diadopsi oleh Pemerintah Kota Kediri untuk memajukan UMKM.
Di masa pandemi ini ekonomi terkoreksi cukup dalam. Namun Pemerintah Kota Kediri dibantu beberapa pihak membuat terobosan di bidang ekonomi khususnya digitalisasi.
Yaitu mengangkat para UMKM atau mempersiapkan UMKM yang ada di Kota Kediri ini untuk go digital di marketplace maupun ekspor ke negara lain.
“Walaupun di masa pandemi kami mencoba memutar otak bagaimana UMKM yang ada di Kota Kediri mereka bisa ada peningkatan. Saatnya kita belajar, tidak boleh mati suri, kita harus adaptif," ungkapnya.
Karena pada awal pandemi semua mati suri. Sehingga butuh effort yang besar bagi Pemerintah Kota Kediri maupun UMKM yang ada di Kota Kediri.
"Kami butuh masukan yang banyak dari rekan-rekan diaspora yang ilmunya banyak sekali. Mungkin ada pengalaman-pengalaman yang bisa dibagikan kepada kami sehingga kami bisa mengadopsi pengalaman itu,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Walikota juga meminta kepada Wahyudiono salah satu diaspora yang berprofesi sebagai dosen di Jepang untuk meneliti ataupun membuat terobosan bagaimana produk andalan Kota Kediri yakni tahu bisa tahan lama.
“Tahu putih di Jepang itu bisa tahan lama. Tolong dipelajari ya Mas bagaimana tekniknya dan bisa diterapkan di Kota Kediri. Sehingga tahu Kota Kediri saat dikirim ke luar daerah bisa awet,” ungkapnya.