Kediri, koranmemo.com – Tim gabungan dari Dinas Kesehatan dan BPOM Kediri melakukan inspeksi mendadak terhadap penjual makanan dan minuman buka puasa, Kamis (15/4). Dalam sidak tersebut petugas tidak menemukan makanan dan minuman yang mengandung boraks atau formalin dan zat pewarna tekstil.
Sidak dilakukan petugas terhadap penjual takjil dadakan di Jalan Hayam Wuruk Kota Kediri. Petugas mengambil sejumlah sampel makanan dan minuman untuk dilakukan tes bahan yang terkandung di dalam makanan tersebut.
Satu persatu makanan dan minuman tersebut diperiksa dan di data oleh petugas. Seperti tahu bakso, sate usus, mie goreng yang diduga mengandung formalin, es buah, bubur mutiara dan es sirup yang diduga mengandung pewarna makanan.
“Hari ini kita lakukan sidak takjil untuk mengetahui apakah takjil tersebut mengandung bahan berbahaya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Fauzan Adhima.
Zat- berbahaya tersebut di antaranya zat pewarna tekstil yang terdapat pada sirup. Menurut petugas, zat berbahaya tersebut dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan apabila dikonsumsi secara terus menerus.
Sidak ini dilakukan terhadap penjual takjil dadakan agar para penjual lebih memperhatikan standardisasi makanan, apakah layak konsumsi atau tidak. Setelah hasil laboratorium tidak ditemukan bahan berbahaya.
“Dari hasil pemeriksaan makanan dan minuman sampel tersebut petugas tidak menemukan makanan mengandung zat yang dapat membahayakan bagi tubuh manusia,” ungkap dr. Fauzan.

