Kediri,koranmemo.com – Hujan deras tak mengurangi minat masyarakat Kota Kediri untuk berburu jajanan maupun lauk pauk untuk berbuka puasa, Rabu (14/4). Mereka rela memakai mantel dan menggunakan payung saat membeli takjil untuk berbuka puasa. Ada pula yang tetap berjalan menyusuri Jalan Hayam Wuruk Kota Kediri untuk mencari menu yang pas untuk berbuka puasa.
Trisno, salah satu pembeli mengatakan, hampir setiap sore dia dan puterinya membeli takjil. Tak hanya untuk pelengkap berbuka saja, beberapa lauk pauk disantapnya sebagai menu utama berbuka puasa. “Ini walau hujan tetap nekat. Terlanjur tidak masak, ” katanya.
Selain itu, pusat takjil dadakan ketika Ramadan tiba ini menawarkan berbagai pilihan masakan. Selain itu, jajanan yang ditawarkan juga lengkap. “Tidak bingung pilihan. Ada banyak penjual,” ujarnya.
Sementara itu, Farida, salah satu penjual takjil mengatakan, tahun ini banyak pembeli yang menginginkan botok. Berbagai macam olahan dalam bungkus daun pisang itu mendadak jadi primadona di tahun ini. “Ndak tau kenapa yang ditanyakan botok,” ungkapnya.
Dia menuturkan, pukul 14.00 WIB dia dan para penjual lainnya sudah bersiap-siap. Biasanya para penjual ini tutup setelah azan magrib dikumandangkan. “Harga takjil dan lauknya berbeda-beda. Mulai dari Rp 6 ribu hingga Rp 25 ribu,” katanya.
Dia mengungkapkan, meski hujan deras tiba pembeli masih ada. Terkadang yang naik mobil tak turun hanya membeli dari jendela pintu mobil. “Kalau tak hujan bisa lebih ramai lagi,” ungkapnya.
Eka, penjual takjil lainnya juga berpendapat serupa. Saat ini musim tak menentu, waktu siang panas sore tiba-tiba turun hujan. “Saya menggunakan plastik berukuran besar untuk menutupi dagangan saya,” katanya.

