Joko Susilo, selaku pelatih kepala Persik Kediri mengaku bersyukur atas kemenangan yang berhasil diperoleh pada pertandingan melawan Madura United sore hari ini. Meskipun berhasil memenangkan pertandingan, Joko Susilo sadar betul, jika tim yang ia tangani saat ini masih memiliki sejumlah kekurangan yang harus segera diperbaiki.
“Jadi kami tidak akan terlena dengan kemenangan ini. Kami tetap sadar dan tahu jika kekurangan-kekurangan itu akan segera kami perbaiki sebelum kompetisi Liga 1 dimulai,” katanya saat jumpa pers setelah pertandingan.
Sementara itu mengenai kans atau peluang lolos yang masih dimiliki oleh Persik Kediri, Joko Susilo mengatakan jika dirinya selalu fokus pada setiap pertandingan. Dia memilih fokus membangun tim daripada menarget pemainnya yang bisa memberikan beban mental.
“Jadi lolos tidak itu bukan target utama bagi kami di Piala Menpora. Tapi tetap di setiap pertandingan kita harus maksimal. Kalau mungkin lolos, ya itu merupakan bonus bagi kami dan kita ingin setiap pertandingan seluruh pemain dapat terus fokus dan berkembang,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala Madura United (MU) Rahmad Darmawan mengaku jika timnya diterget menang agar bisa lolos pada fase selanjutnya. Seperti diketahui selama 3 pertandingan sebelumnya, timnya mendapatkan 1 kali menang, 1 kali imbang, dan 1 kali kalah. Dengan kekalahan ke-2 melawan Persik maka MU mendapatkan total 4 poin.
“Target kami sebelumnya, tim wajib menang karena itu kami melakukan beberapa rotasi. Karena kebugaran pemain kami masukkan beberapa pada babak ke-2. Pada babak pertama kami bermain terlalu terburu-buru dan beberapa peluang sebenarnya di sana tapi sama kami tidak bisa menghasilkan gol,” paparnya.
RD nama singkatan, mengaku sudah mengubah taktik dan strategi. Beberapa pemain cadangan sudah dimasukkan untuk merubah keadaan. Tetapi sampai wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan skor tetap, 2-1 untuk kemenangan Persik Kediri.
“Babak ke-2 kami bermain lebih menyerang dengan formasi 4-3-3. Kemudian kami mulai menguasai 20 menit awal. Setelah itu lawan menggunakan kontra strategi dari 4-3-3 menjadi 4-4-1-1. Kemudian mereka keluar dari tekanan kami dan 1 pelanggaran bisa menyamakan kedudukan dan mereka bisa menciptakan 1 gol lagi. Selain secara keseluruhan banyak sekali peluang yang didapat, tapi problem kami penyelesaian akhir,” tutupnya.

