Kediri, koranmemo.com – Setelah proses panjang seleksi terbuka jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (JPTP Sekda) Kota Kediri, akhirnya Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar melantik Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Bagus Alit sebagai Sekda Kota Kediri, Senin (1/3).
Bagus menjadi sekda yang dipilih setelah mengalahkan 2 nama yang masuk 3 besar lain yakni, Kepala Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Anang Kurniawan dan Kepala Dinas Perhubungan Ferry Djatmiko.
Pelantikan berlangsung tertutup dan terbatas dengan diikuti oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Kota Kediri. Tampak begitu Bagus Alit masuk ke Ruang Joyoboyo Balai Pemerintah Kota Kediri kegiatan pelantikan langsung dimulai. Pengambilan sumpah jabatan dilakukan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar.
Sesuai dengan ketentuan, pemilihan Sekda Kota Kediri merupakan hak prerogatif Wali Kota Kediri. Setelah nama Sekda dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) pelantikan diadakan sesuai jadwal.
Baca Juga: Antisipasi Longsor Susulan, BPBD Kota Kediri Bangun Tanggul Pasir
Baca Juga: Senyum Petani Cabai Kediri di Tengah Pandemi, Harga Tembus Rp 85 Ribu
Abu Bakar menjelaskan banyak alasan yang menjadikannya memilih Bagus Alit sebagai Sekda. Seperti diantaranya penilai tinggi pada Seleksi Terbuka JPTP Sekda Kota Kediri beberapa waktu lalu. “Banyak alasannya, salah satunya kemarin nilainya bagus,” katanya.
Setelah dipilih sebagai sekda, Wali Kota Kediri berharap Sekda bisa berkolaborasi untuk membantu urusan pemerintahan dan kebijakan pemerintah daerah. “Banyak pekerjaan yang menanti seperti penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional,” imbuhnya.
Baca Juga: Peringati HPN 2021, PWI KEDIRI Gelar Reboisasi dan Revitalisasi Sumber Air di Gunung Klotok
Sementara itu Sekda Kota Kediri, Bagus Alit menjelaskan target awal adalah mempercepat proses birokrasi belanja daerah. Dengan harapan penyerapan anggaran daerah bisa dipercepat dan bisa memulihkan perekonomian daerah. “Belanja daerah akan kami percepat agar program pemerintah bisa segera berjalan,” tutupnya.

