Pengelolaan Pasar Kota Kediri Tak Maksimal, DPRD Minta Direktur Perumda Pasar Joyoboyo Diganti

Kediri Dalam Berita | 12/02/2021

 
Kediri, koranmemo.com – Dinilai tak bisa mengelola 9 pasar di Kota Kediri, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri, merekomendasikan penggantian Direktur Perumda Pasar Joyoboyo. Rekomendasi diberikan setelah dewan melakukan sidak ke Pasar Setono Betek Kota Kediri, Kamis (11/2).

Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri, Erita Dewi menilai Perumda Pasar Joyoboyo sangat lambat untuk menyelesaikan permasalahan di pasar. Revitalisasi Pasar Setono Betek Blok A senilai Rp 29 miliar pada 2017 lalu tak bisa dimaksimalkan. Sampai saat ini pasar lantai 2 masih sepi, hanya sedikit pedagang yang berjualan di sana.

“Kami sudah meminta Perumda Pasar Joyoboyo untuk mengurai masalah yang terjadi di pasar sejak 2019 lalu. Sampai saat ini belum bisa dimaksimalkan. Pasar masih sepi pengunjung. Tadi disampaikan masih 9 pedagang saja yang berjualan di lantai 2,” katanya.

Meski pedagang pasar Blok D sudah dipindah ke Blok A, pada akhir tahun 2020 kemarin, menurut Erita tindakan tersebut sudah sangat terlambat. Keterlambatan tersebut jelas tidak sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam pemulihan ekonomi Kota Kediri. Pasar yang seharusnya bisa meningkatkan perputaran uang tidak maksimal. Pedagang yang jualannya tidak laku ditambah himpitan pandemi semakin dirasakan.

“Jelas ini akan sangat berdampak pada ekonomi. Lambatnya tindakan Perumda Pasar tidak sejalan dengan upaya pemerintah untuk memulihkan ekonomi. Karena itu kami tidak lagi memberi kesempatan atau tenggat waktu pada Perumda Pasar untuk memaksimalkan pengelolaan. Kami rekomendasikan agar direksinya diganti,” tegasnya saat ditemui di Gedung DPRD Kota Kediri.

Selain merekomendasikan penggantian direksi, Anggota Dewan dari Fraksi Gerindra tersebut meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri benar-benar selektif dalam seleksi direksi. Proses seleksi terbuka harus mencantumkan kriteria pengalaman mengelola pasar atau pusat perbelanjaan.

“Kami minta agar seleksi terbuka merekrut orang profesional. Pengalamannya teruji, rekam jejaknya jelas pernah mengelola pasar atau pusat perbelanjaan. Jadi nantinya diharapkan bisa mengurai permasalahan yang terjadi di 9 pasar,” tutupnya.