Kediri, koranmemo.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri mengadakan vaksinasi dosis ke-2 kepada Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, pemangku kepentingan, dan perwakilan tenaga kesehatan di Balai Kota Kediri, Rabu (10/2).
Pertama verifikasi data vaksin dosis pertama, selanjutnya screening pemeriksaan kesehatan. Masuk kriteria langsung di vaksin dan menjalani observasi selama 30 menit untuk mengetahui Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar setelah observasi vaksinasi dosis ke-2 tidak mendapatkan gejala apapun. Seperti dosis pertama tidak ada keluhan dari walikota
Adapun laporan vaksinasi nakes Selasa (9/2), sudah sebanyak 99,1 persen nakes divaksin. Selanjutnya Pemkot Kediri melakukan vaksinasi dosis ke-2 pada nakes. Masyarakat diminta bersabar karena masih ada 2 tahapan lagi yang harus diselesaikan. “Kami harap vaksinasi bisa memulihkan ekonomi, pendidikan, dan sektor lain,” tukasnya.
Vaksinator dr Gigih Gunawan menjelaskan vaksin dosis ke-2 tetap sama seperti dosis pertama. “Dosis pertama dan kedua sama dari kerjasama Sinovac dan Biofarma,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri menjelaskan sebelum divaksinasi peserta harus menunjukkan kartu vaksinasi dosis pertama. Itu dilakukan untuk mengetahui kapan dan vaksin apa yang digunakan pada saat vaksinasi pertama.
“Vaksin yang digunakan tetap sama, dosis 1 dan 2 merek atau asal produksinya harus sama agar imunitas terbentuk,” tuturnya.
Setelah vaksinasi nakes selesai, Kota Kediri akan menyiapkan vaksinasi nakes di atas usia 60 tahun. Hal itu dilakukan paralel untuk pendataan masyarakat dengan usia di atas 60 tahun. “Kita masih menunggu juknisnya. Karena sejauh ini juknis dari Provinsi maupun Kemenkes belum ada,” tutupnya.

