Faris menjelaskan, perbaikan prestasi Persik selama beberapa tahun ini menjadi pertimbangannya untuk tetap bertahan di Kediri. Dengan kemampuannya saat ini, pemain yang mengantarkan klub berjersey ungu promosi di Liga 1 Indonesia musim 2020 kemarin masih sangat yakin jika kemampuannya tetap akan dibutuhkan.
“Keluarga tinggal di Kediri, Persik saat ini juga sudah berlaga di Liga 1,jadi saya tetap di Persik. Jika cari atau pindah ke klub luar daerah lain harus banyak pertimbangan,” katanya.
Dia mengaku jika untuk berkarir di luar daerah dan harus meninggalkan keluarga di Kediri ada beban pikiran yang harus ditanggung. Jika berada dekat dengan keluarga, beban tersebut akan sedikit berkurang dan ada dukungan dari keluarga ketika sedang bertanding di kandang sendiri. “Bersyukur bisa membela Persik Kediri,” imbuh Faris.
Melihat situasi sepakbola Indonesia yang tidak menentu, menurut Faris keadaan musim 2021 tidak akan berbeda jauh dengan musim 2020 kemarin. Dia berharap tetap bisa menutup karir profesionalnya bersama Persik meski belum tahu sampai kapan fisiknya bisa bersaing dengan pemain muda. “Saya tetap bertahan selama saya masih mampu dan Persik membutuhkan tenaga saja,” tutupnya.
Sementara itu Vava, pemain belakang asal Kediri yang baru memilih pulang kampung pada 2020 kemarin tetap akan memprioritaskan Macan Putih pada musim 2021 nanti. Dia mengakui jika saat ini kontraknya sudah habis, dalam kondisi ini pemain bebas untuk memilih di klub mana akan berlabuh.
“Kontrak dengan Persik sudah selesai pada Desember 2020 lalu, setelah itu sebenarnya ada pengajuan perpanjangan jika kompetisi lanjut. Tapi ternyata tidak. Untuk musim 2021 nanti saya tetap memprioritaskan Persik. Jika negosiasi tidak berjalan baik bisa jadi saya baru akan membuka negosiasi dengan klub lain,” tukas Vava.

