TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Untuk mengatasi genangan air di sejumlah titik jalan Kota Kediri, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan langkah strategis.
"Saya telah meninjau titik genangan di Kota Kediri. Memang intensitas hujan cukup tinggi akhir-akhir ini. Untuk itu, saya menginstruksikan Dinas PUPR segera berupaya mengatasi masalah tersebut,” ungkap Abdullah Abu Bakar, Kamis (4/2/2021).
Pada awal tahun ini, sejumlah titik jalan di Kota Kediri mengalami genangan air yang cukup dalam.
Genangan muncul saat hujan deras di wilayah Kediri karena air masuk ke saluran pembuangan antre masuk ke Sungai Brantas.
Sementara dari analisa teknis, ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya genangan air di beberapa titik jalan di Kota Kediri.
Satu di antaranya keterbatasan jumlah outlet di timur Sungai Brantas yang berjumlah 9 outlet.
Plt Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Lia Parmanti, menjelaskan, di bagian timur Sungai Brantas ada 5 outlet saluran drainase, yaitu saluran Sanglima, Ringinanom, Mayjen Sungkono (depan GNI), Mayjen Sungkono (depan Kantor Pos), dan Mayor Bismo.
Selain itu 4 outlet saluran sungai yaitu Kali Glodok, Kali Tawang, Kali Parung dan Kali Kresek.
Sehingga dengan jumlah outlet yang terbatas, air hujan harus mengalami antrean di outlet tersebut dengan rentang waktu antrean 30 menit hingga 1 jam.
"Sedangkan untuk genangan yang ada di barat Sungai Brantas disebabkan oleh kurang lancarnya aliran air di outlet Jalan Inspeksi Brantas,” ungkapnya.
Sementara Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Kediri, Endang Kartika Sari menjelaskan, berdasarkan hasil analisa, beberapa upaya teknis telah disusun.
Untuk jangka pendek, Dinas PUPR sudah melakukan pembersihan outlet saluran Jalan Brawijaya, Jalan Diponegoro, Jalan Joyoboyo, Jalan Kilisuci, Jalan Samratulangi, Jalan Patimura, Sungai Kampungdalem, Sungai Parung, saluran Jalan Inspeksi Brantas, saluran Taman Sekartaji, saluran Jalan Veteran, saluran Mojoroto Gang 1 dengan tenaga manusia.
Pembersihan akan dilanjutkan dengan ekskavator.
Untuk upaya jangka pendek lain dilakukan normalisasi dan menambah inlet (lubang masuk) di titik-titik genangan, yaitu Jalan Patimura, Jalan Joyoboyo, dan Jalan Brawijaya.
Sedangkan upaya jangka panjang juga sudah direncanakan akan menambah outlet saluran menuju Sungai Brantas, rehabilitasi saluran sesuai debit air yang ada saat ini, serta menambah crossing saluran di bawah rel kereta api.
Masyarakat bersama petugas BPBD Kota Kediri dan 3 pilar kelurahan juga ambil bagian dalam menangani dampak genangan air dengan melakukan pengurasan genangan air di 3 rumah warga di Kelurahan Singonegaran.