Kediri,koranmemo.com – Melonjaknya harga daging sapi di beberapa daerah hingga Rp 130 ribu perkilogram, tak terjadi di Kota Kediri. Namun, meski harga daging sapi stabil, penjualannya justru menurun lantaran adanya larangan menggelar perayaan hajatan selama pandemi Covid-19, terutama saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Endang, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Setono Betek Kota Kediri mengatakan, harga daging sapi sampai saat ini masih stabil. Dia menjelaskan, harga daging sapi ras dalam masih Rp 100 ribu perkilogram, tak ada kenaikan. Sedangkan untuk harga daging rawonan tetap Rp 80 ribu perkilogram. “Penjual daging sapi di pasar ini semua tahu harga daging di Jakarta naik. Namun harga di sini tetap,” katanya.
Hal senada juga dikatakan oleh Dio, penjual daging sapi lainnya. Dia menyebut, kenaikan harga di beberapa daerahm salah satunya DKI Jakarta tak berdampak sama sekali di Kota Kediri. Saat ini, dalam sehari dia mampu menjual 20 kilogram hingga 25 kilogram daging sapi. Namun, dia menuturkan penjualan tersebut mengalami penurunan.
Sebelum pandemi Covid-19, penjualannya bisa mencapai 1 kuintal hingga 1,5 kuintal setiap hari. Penurunan tersebut diakibatkan oleh peraturan yang melarang adanya hajatan di masa pandemi.
“Dulu ada hajatan nikah atau acara-acara besar lainnya. Otomatis penjualannya tinggi. Dulu satu orang beli untuk hajatan bisa 25 kilogram hingga 75 kilogram. Pengusaha katering, restoran hotel, dulu banyak yang beli. Sekarang habis 25 kilogram perhari sudah bagus,” tuturnya.
Dia menceritakan, dengan kondisi seperti ini penjual banyak yang memilih pulang lebih awal karena sepinya pembeli. Dia dan penjual daging lainnya berharap pandemi segera berlalu agar pembeli bisa kembali seperti dulu lagi.

