Kediri, koranmemo.com – Sejak diluncurkan tanggal 9 September 2020 kemarin, jersey Persik Kediri dengan penyedia apparel Noij tidak pernah digunakan dalam pertandingan resmi.
Mundurnya Liga 1 Indonesia pada Oktober sampai pembatalan kompetisi profesional Indonesia pada Januari 2021 ini menjadi alasan jersey yang berfilosofi ‘Ayo Baleni’ untuk mengulang kejayaan klub berjuluk Macan Putih ini tidak pernah dipakai.
Apparel Persik Kediri diganti karena penyedia apparel sebelumnya yakni, Maniak Baju Bola (MBB) apparel bangkrut setelah industri sepakbola berhenti.
Penyedia pakaian olahraga tersebut merugi karena industri sepakbola lumpuh dan memutus kerjasama dengan beberapa klub profesional.
Setelah memutus kontrak dengan MBB, Persik Kediri membuka kerjasama baru. Ada 2 penyedia apparel yang kala itu mengajukan diri untuk menyediakan keperluan pakaian olahraga kepada klub berjersey ungu ini. Dari 2 pengajuan tersebut dipilihkan Noij menjadi penyedia selam 2 musim.
Ada 3 warna jersey untuk tandang, kandang, dan jersey ketiga, sedangkan untuk kiper ada 2 varian warna diluncurkan Noij dan Persik Kediri pada September lalu di ruang pertemuan KONI Kota Kediri.
Seharusnya jersey akan digunakan Oktober 2020 rencana bergulirnya lanjutan Liga 1 Indonesia oleh operator kompetisi. Tapi rencana tersebut ditunda karena belum ada izin keramaian dari Polri.
Mendekati rencana selanjutnya yakni Februari 2020, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan untuk menghentikan liga profesional. Dengan demikian jersey baru baru 2020 Persik Kediri memiliki menjadi sejarah kaos tim yang tidak pernah dipakai untuk liga profesional.
Media Officer Persik Kediri, Anwar Bahhar Basalamah menjelaskan, tahun depan dipastikan desain jersey klub akan berganti. Sedangkan untuk penjualan jersey player issue atau identik dengan yang digunakan pemain dijual pada Jumat (21/1).
Jersey tersebut rencananya juga dijual pada Oktober tapi karena tertunda akhirnya dijual setelah liga dihentikan.
“Jersey baru setelah launching tidak pernah dipakai. Jersey player issue akan dijual satu pintu di laman resmi Noij,” katanya.
Penjualan jersey tersebut sebagian akan menjadi pendapatan klub selama kompetisi berhenti. Jersey identik dengan yang digunakan pemain di lapangan tersebut hanya dijual 100 biji saja, jersey tersebut tidak akan diproduksi lagi pada kemudian hari.

