TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pembagian bantuan sosial tunai (BST) di Kota Kediri tetap mematuhi ketentuan protokol kesehatan mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Pada hari kedua pembagian BST berlangsung di 8 kelurahan yang ada di Kecamatan Mojoroto. Tercatat sebanyak 2.893 keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima BST, Senin (11/1/2021).
Triyono Kutut, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri menjelaskan, KPM penerima BST terlihat antre dengan tertib di kursi yang sudah disediakan dengan menjaga jarak.
Penerima menunggu sampai mendapatkan giliran. Petugas menjaga proses pembagian dengan ketat sejak saat penerima BST mulai masuk diminta cuci tangan, tidak berkerumun, dan selalu mengenakan masker.
Petugas yang membagikan dan penerima memakai masker. Setelah menerima uang tunai, selanjutnya KPM penerima difoto petugas bersama uangnya.
Pembagian BST dilakukan bekerja sama dengan Kantor Pos dan sejumlah kantor kelurahan.
Data penerima BST kali ini di antaranya, Kelurahan Lirboyo (239 KPM), Tamanan (248 KPM), Ngampel (380 KPM), Bujel (298 KPM), Pojok (514 KPM), Bandar Kidul (525 KPM), Mojoroto (304 KPM), dan Sukorame (386 KPM).
Penerima bantuan BST menerima uang tunai sebesar Rp 300.000 per KK serta wajib datang menunjukkan undangan dan KTP.
“Kalau yang mengambil bukan nama yang terdaftar, misal dari anggota keluarga lain, maka mereka membawa undangan, KTP asli, dan KK,” kata Mustamar, petugas dari Kantor Dinsos Kota Kediri.
Sementara Rofian (61) salah satu penerima BST warga Kelurahan Pojok menjelaskan, BST yang diterima merupakan pencairan yang ke-10.
"Saya menerima dan semua saya ambil sendiri. Penggunaannya, saya pakai untuk beli beras,” ujarnya kepada TribunJatim.com.
Rofian mengaku punya 4 anak, tiga anaknya masih bergantung pada Rofian yang mengaku tidak ada penghasilan selama pendemi Covid-19 sehingga BST sangat membantu keluarganya.
Sedangkan Ana Khaerunisa mengambil BST atas nama suaminya akan memanfaatkan dana BST untuk membeli bahan makanan.
Selain itu Ana menggunakan uangnya untuk membeli buku dan sarana sekolah untuk anaknya.
"Walau sekolah daring, buku tulis tetap dibutuhkan," jelasnya kepada TribunJatim.com.
Apabila dalam 2 hari itu KPM masih belum sempat mengambil, selanjutnya penerima bisa mengambil di Kantor Pos Kota Kediri.
Tahun ini warga Kota Kediri yang mendapatkan BST sebanyak 10.875 KPM. Apabila ada warga yang layak mendapatkan BST tapi belum mendapatkan bantuan bisa mengajukan ke Kantor Dinsos Kota Kediri melalui RT/RW.