TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Produsen tahu di Kediri, Jawa Timur, memilih mengurangi jumlah produksinya sebagai imbas kenaikan harga kedelai.
Diketahui sebelumnya, kenaikan harga kedelai sudah dirasakan di sejumlah daerah di Indonesia, seperti di Jawa Barat dan Pekalongan Jawa Tengah.
Ada produsen tahu dan tempe yang melakukan mogok produksi.
Namun ada juga yang memiih mengurangi jumlah produksinya agar tetap mendapatkan penghasilan.
Seperti yang dilakukan Slamet Widodo (30), produsen tahu di Pesantren, Kediri.
Ia mengaku mengurangi produksi hingga 60 persen.
“Sebelumnya saya bisa memproduksi sekitar 5.000 biiji tahu dalam sehari. Kali ini saya produksinya cuman 2.000 biji tahu,” katanya, Senin (4/1/2021).
Widodo mengaku, dengan kenaikan harga ini ia tak bisa menaikkan harga jual tahu yang diproduksinya.
“Banyak dampaknya dari mahalnya kedelai, mau naikkan harga di pasar juga tak bisa, takutnya gak bisa kejual,” ungkapnya.
Selain itu menurut Widodo, ia menyiasati kenaikan harga kedelai ini dengan mengurangi takaran kedelai yang dimasak untuk tahu.
“Biasanya saya produksi 12 kg kedelai, saat ini dikurangi sekitar 10 kg kacang kedelai,” imbuhnya.
Widodo yang memulai usaha produksi tahu sejak 1986 berharap kenaikan harga kedelai ini bisa menjadi perhatian pemerintah.
“Saya di sini ada pegawai 5 orang, ya jangan sampai dengan kenaikan ini jadinya menutup usaha tahu yang sudah lama ini,” tutupnya.