Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, masih tetap mempertahankan sejumlah prestasi dalam kepemerintahannya, kendati saat ini masih pandemi COVID-19.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengungkapkan salah satu misi yang dicanangkan adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan berintegritas berorientasi pada pelayanan prima dan teknologi informasi.
"Sehingga perbaikan kinerja birokrasi menjadi prioritas," katanya di Kediri, Rabu.
Kebijakan Wali Kota Kediri dalam perbaikan tersebut berimplikasi dengan berbagai torehan prestasi terkait dengan kinerja Pemerintah Kota Kediri.
Namun, Wali Kota menyebut hasil itu adalah capaian bersama dan sebagai bekal ke depan agar pelaksanaan pemerintahan menjadi lebih baik.
"Penghargaan ini hanya sebagai bonusnya saja, yang terpenting dan harus terus dilakukan yaitu membuat program, terus memberikan edukasi kepada masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Mas Abu, sapaan akrabnya.
Dari data di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, pada awal tahun 2020 tepatnya di bulan Januari, Kota Kediri meraih penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) predikat BB dengan nilai 70,75, yang meningkat dibanding nilai SAKIP tahun lalu yakni 70,62 dengan predikat yang sama. Penghargaan ini diterima langsung oleh Wali Kota Kediri secara langsung dari Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KemenPAN-RB Muhammad Yusuf Ateh.
Penghargaan selanjutnya adalah Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Level 3 atau terdefinisi.
Menurut Wali Kota Kediri, hal ini diraih karena telah menerapkan tiga hal yaitu kebijakan atau SOP telah diimplementasikan oleh sebagian besar pejabat dan pegawai terkait dan unit kerja sampel di lingkungan Pemda, bukti adanya implementasi kebijakan telah didokumentasikan dengan baik.
Penggunaan aplikasi dimungkinkan untuk mendukung implementasi dan pendokumentasian dan yang terakhir implementasi kebijakan telah mampu mengarahkan pencapaian tujuan pemda yang antara lain ditunjukkan dengan tidak adanya permasalahan kelemahan pengendalian yang material dan hasil pemeriksaan BPK dan APH dikaitkan dengan sub unsur SPIP.
Wali Kota Kediri menambahkan catatan prestasi yang diperoleh karena kinerja pemerintah daerah. Kota Kediri selalu mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian secara berturut-turut selama enam kali.
"Hal itu berarti penggunaan anggaran Pemerintah Kota Kediri sudah baik," kata dia.
Kemudian, LPPD 2018 Kota Kediri mendapatkan skor 3,4198 dengan status kinerja sangat tinggi dan nilai itu mengalami kenaikan yang signifikan dimana sebelumnya hanya memperoleh skor 3,2769.
Dalam hal pengadaan barang dan jasa, Kota Kediri yang tergabung dalam program Jatim bejo menjadi salah satu dari empat kota di Jawa Timur yang menerima penghargaan atas komitmen untuk perubahan budaya kerja menuju modernisasi pengadaan barang/jasa dan meningkatkan peran serta pelaku UMKM Jawa Timur.
Wali Kota Kediri berpendapat ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota Kediri berupaya lebih transparan dan akuntabel dalam pengadaan barang dan jasa.
Pada bidang penanggulan bencana, Kelurahan Betet dinobatkan menjadi kelurahan tanggap bencana kategori utama pada Destana Award.
Wali Kota Kediri mengungkapkan Kelurahan Betet mendapatkan penghargaan ini karena daerah rawan kebakaran sehingga di daerah itu memiliki peralatan yang lengkap untuk pemadam kebakaran. Setiap RT sudah pernah mengikuti pelatihan memadamkan kebakaran, sehingga warganya terlatih bila ada bencana bisa ditangani.
Prestasi juga diraih oleh Pemerintah Kota Kediri pada bidang kesehatan.
Menurut Wali Kota Kediri, kebijakannya selalu memperhatikan kesehatan masyarakat Kota Kediri. Beberapa program dibuat dan dijalankan dengan memprioritaskan layanan kepada masyarakat. Dengan hal itu, Kota kediri dalam Layanan Home Care Peduli (Profesional, Empatik, Dedikatif, Utuh, Langsung dan Integratif) menyabet penghargaan Top 30 di ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) se-Jawa Timur 2020.
Home Care Peduli ini berorientasi pada pasien bukan hanya pada penyakit. Jadi bukan hanya penyakitnya yang diobati tapi orientasinya pada permasalahan pasien.
Wali Kota Kediri menyampaikan salah satu kisah penanganan warga melalui Home Care Peduli. Pasien yang memiliki rumah tidak layak huni, juga diberikan fasilitas bedah rumah selain diobati sakitnya.
Tidak hanya itu, penghargaan Pembina Agent of Change (Aoc) Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) terbaik se-Jawa Timur juga diraih. Penghargaan itu didapatkan karena Dinas Kesehatan Kota Kediri secara masif memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara menggunakan obat secara cerdas.
PKK Kota Kediri juga ikut serta menorehkan beberapa prestasi sehingga dapat membawa nama baik Kota Kediri.
Wali Kota Kediri menyampaikan prestasi tersebut yaitu Harapan III lomba peragaan busana Batik dalam rangka HUT Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-40. Kelurahan Pojok juga berhasil meraih terbaik pertama pelaksana program pokok PKK tingkat Provinsi Jatim. Kelurahan Mojoroto juga berhasil juara dua pada Taman Herbal Bejo Jahe Merah Provinsi Jawa Timur.
Di bulan November, PKK Kota Kediri telah berhasil meraih juara satu lomba kesatuan gerak PKK-KKBPK – Kesehatan tahun 2019 (Kelurahan Tamanan) karena inovasi-inovasi yang memberikan dampak kepada masyarakat.
Di penghujung tahun 2020 prestasi masih juga diraih oleh Kota Kediri. Prestasi itu terkait dengan hal inovasi pelayanan publik, hingga tata kelola pemerintahan.
Wali Kota Kediri menuturkan karena banyak inovasi yang dilakukan oleh Kota Kediri, sehingga Kementerian Dalam Negeri memberikan penghargaan kepada Kota Kediri sebagai kota Sangat Inovatif dengan nilai 4.041 yang diukur berdasarkan indeks inovasi daerah tahun 2020.
Pemkot tetap memberikan imbauan kepada warga agar mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, yang telah ditetapkan WHO dengan menjaga jarak, mengenakan masker, dan mencuci tangan dengan sabun.

