Kasus Covid-19 Tinggi, Pemkot Kediri Wacanakan Perayaan Natal Virtual

Kediri Dalam Berita | 07/12/2020

 

Kediri, koranmemo.com – Sulitnya mengendalikan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Kediri setelah libur panjang akhir Oktober lalu membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri berencana melakukan pembatasan pada event akhir tahun nanti. Salah satunya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 mewacanakan perayaan natal daring atau virtual.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Kediri, dr. Fauzan Adima menjelaskan ada 2 kebijakan sementara yang akan diambil setelah diskusi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Kebijakan pertama mengingat jumlah kasus di kota kediri ada peningkatan maka kegiatan masyarakat yang bersifat kerumunan atau mengumpulkan massa akan dibatasi dan diawasi,” katanya.

Melalui kebijakan ini semua kegiatan kerumun di manamun, warung, cafe, dan tempat perbelanjaan jika diketahui dikunjungi lebih dari 50 persen kapasitas normal maka akan dibubarkan. Hal yang lebih berat yakni, sanksi penutupan sementara atau pencabutan izin bisa diberikan jika banyak pengunjung yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

 

Sementara itu mengenai adanya libur perayaan Hari Raya Natal, menurut Juru Bicara GTPP Covid-19 pemerintah daerah akan meminta kegiatan kerumunan seperti ibadah di gereja diganti dengan ibadah di rumah. “Selain itu hasil diskusi kemarin juga memunculkan wacana Perayaan Natal dilakukan secara daring. Tapi ini belum diputuskan Ketua GTPP Covid-19 Kota Kediri yakni Wali Kota Kediri. Saat ini kami masih mempertimbangkan kebijakan tersebut,” imbuhnya.

Fauzan menambahkan, kebijakan akan segera diputuskan dalam beberapa hari kedepan. Sebelum kebijakan itu dikeluarkan akan ada pembahasan bersama GTPP Covid-19 secara internal. Jika dari awal sampai pertengahan Desember ini kasus tidak segera terkendali maka kebijakan tersebut bisa diambil.