Wali Kota Kediri Lantik Ratusan Pejabat Secara Virtual

Kediri Dalam Berita | 02/12/2020

Tribun kediri

 
(Surya/Didik Mashudi)
 
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar melantik ratusan pejabat Pemkot Kediri di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Senin (30/11/2020).



 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar melantik ratusan pejabat batu di lingkungan Pemkot Kediri secara virtual di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Senin (30/11/2020).

Pejabat yang dilantik terdiri pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator dan pejabat pengawas Pemkot Kediri.
Karena masih dalam kondisi Pandemi virus Corona atau Covid-19, pelantikan kali ini hanya ada 20 pejabat yang dilantik yang hadir di tempat.

Sedangkan 112 pejabat lainnya berada di kantornya masing-masing karena dilantik secara virtual.

Pejabat yang dilantik untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama ada 8 orang, di antaranya, Chevy Ning Suyudi, Asisten Administrasi Umum, Mochammad Ridwan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Hery Purnomo, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Tanto Wijohari, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Bambang Priambodo, Kepala Dinkop UMTK, Apip Permana, Kepala Dinas Kominfo, Eko Lukmono, Kepala Satpol PP dan Wahyu Kusuma Wardani Inspektur.

Sebagai upaya peningkatan kinerja, sebanyak 132 pejabat diambil sumpah dan janji jabatan dimulai pukul 15.00 WIB.
Walikota mengingatkan kepada pejabat yang baru dilantik karena saat ini bulan November dan banyak tugas yang harus diselesaikan maka diminta segera diselesaikan paling tidak 3 hari.

Kepada para pejabat diminta segera membuat strategi pekerjaan yang baru dan bila di tempat lama masih ada tanggungan pekerjaan segera diselesaikan mengingat akan tutup buku.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar berpesan kepada pejabat baru dapat memberi manfaat kepada masyarakat.
Selain itu, untuk segera mengatur strategi agar memiliki program-program yang menarik dan harus berdampak pada masyarakat khususnya membuat program terkait untuk peningkatan ekonomi di Kota Kediri.

“Ke depan tantangan baru untuk kita agar segera berlari. Tetap kompak, tetap harus menciptakan ide kreatif. Karena saya lihat teman-teman banyak yang sudah menciptakan ide kreatif," katanya kepada TribunJatim.com.

Selain itu meminta pimpinan harus bisa membaur dengan bawahannya. Kalau bisa sampai tingkat bawah yaitu masyarakat, bila bisa terjun langsung lebih bagus sehingga bisa mendengarkan apa ekspektasi masyarakat.

"Kalau kita tahu apa yang diinginkan masyarakat, maka kita dengan mudah untuk mengintervensi dengan program-program. Karena saat ini sudah bukan saatnya kita bersaing namun saatnya kita untuk berkolaborasi. Ego sektoral harus dibuang,” tambahnya.