Pemkot Kediri Imbau Staf BUMN dan Swasta Pakai Tenun Ikat

Kediri Dalam Berita | 14/11/2020

AGTVnews.com – Pemerintah Kota Kediri mengimbau setiap staf BUMN dan Swasta untuk memakai tenun ikat. Bahkan Wali kota sudah menetapkan imbauan ini dalam Instruksi Wali Kota Kediri No. 4 Tahun 2010 tentang penggunaan pakaian tenun ikat Bandar khas kota Kediri.

Setiap hari Kamis, staf ASN di Kota Kediri memakai seragam dari tenun ikat Kediri. Pada masa Covid-19, Pemkot Kediri memperluas imbauan bukan hanya kepada ASN namun juga staf BUMN dan Swasta yang ada di Kota Kediri.

Dengan upaya ini diharapkan akan memberikan dampak bagus bagi penjualan tenun ikat di Kota Kediri. Kepala Bidang Perekonomian Kota Kediri, Zachrie Ahmad, mengatakan, sejak pandemi Covid-19 mulai April hingga saat ini, pertumbuhan ekonomi melambat di berbagai wilayah Indonesia.

 

Salah satunya di Kota Kediri. Pembelanjaan masyarakat fokus kepada kebutuhan yang tidak bisa ditunda utamanya sembako sehingga sektor lain menurun omzetnya.

“Kami mengaktifkan kegiatan ekonomi di segala bidang, khususnya untuk UMKM. Caranya dengan mendorong pembelanjaan. Pembelanjaaan ini dilakukan baik oleh pemerintah maupun sektor swasta,”ucapnya, Kamis (12/11/2020).

Sementara itu, beberapa pengrajin tenun ikat di Kota Kediri, mengaku mulai mendapat pesanan kain kemabli. Setelah beberapa bulan sebelumnya sempat sepi pembeli.

“Akhir-akhir ini kami juga mendapatkan pesanan dari beberapa orang untuk baju kantor,” ucap Sundari, pengrajin tenun ikat merek Tenun Woro.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ayumila, pemilik usaha tenun ikat merek Sinar Barokah. Setelah pesanan masker tenun ikat, kali ini mulai ada yang membeli kain untuk dibikin baju kantor.

Satu diantara staf bank Jatim Kota Kediri, bagian Penyelia Pemasaran Dana, Pramita Wdyasindy, mengatakan harus punya stok lebih dari satu baju karena ada aturan yang baru-baru ini dilakukan di perusahaannya. Demikian juga dengan Okky Yudistari, staf Pemasaran Dana di Bank Jatim.

“Kalau punya baju tenun sudah lama punya. Tapi karena sekarang harus pakai, ya beli lagi,” pungkasnya.