Wujudkan Kota Ramah Anak Ditengah Pandemi, Kota Kediri Targetkan Satu Kelurahan Satu RTH

Kediri Dalam Berita | 03/11/2020

Wujudkan Kota Ramah Anak Ditengah Pandemi, Kota Kediri Targetkan Satu Kelurahan Satu RTH

salah satu ruang terbuka hijau di Kota Kediri yang dimanfaatkan untuk aktifitas bermain anak-anak. (foto: istimewa)

AGTVnews.com – Kota Kediri terus berupaya untuk mewujudkan sebagai kota yang ramah anak. Terlebih saat pandemi, anak-anak sangat butuh ruang untuk berekspresi, belajar dan beraktifitas.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri yakni mewujudkan satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk satu kelurahan.

Kepala Dinas DLHKP Kota Kediri, Didik Catur mengatakan, pembangunan RTH di masing-masing kelurahan ini adalah satu dari 10 program kerja pak Wali di masa kepemimpinan beliau yang kedua.

Meski demikian, Didik menyebut, dengan kepadatan penduduk di Kota Kediri, agak sedikit susah untuk mencari tempat luas dan hijau sebagai ruang publik.

“Akhirnya kami menyiasati dengan ruang seminimal mungkin, tapi tetap punya fungsi untuk ruang publik, khususnya anak-anak. Di tempat itu, anak-anak bisa bermain, belajar, dan orang tua bisa menemani anaknya dengan nyaman,” ucap Didik, Senin (2/11/2020).

 

Pemkot membuat RTH di kelurahan ini dengan mendesain ruang bermain dan belajar untuk anak-anak. Menyediakan fasilitas bermain mulai dari prosotan, jungkat-jungkit, dan fasilitas lain yang aman. Arena yang dicat warna-warni sehingga menarik untuk anak-anak.

Tahun 2019, tercatat 8 kelurahan yang sudah merealisasikan RTH tersebut yaitu Betet, Burengan, Dandangan, Gayam, Manisrenggo, Mojoroto, Pakelan, dan Sukorame. Selain itu juga menambahkan RTH di depan Lapangan Gajahmada, Pesantren. Sebelum Covid-19, RTH ini cukup ramai didatangi oleh anak-anak.

“Sebetulnya tahun ini, 2020, kami harusnya mewujudkan 8 RTH di 8 kelurahan dan tahun 2021 menambah 3 RTH. Namun karena anggaran diprioritaskan untuk penanggulangan Covid, maka tidak terealisasi,” tambah Didik.

 

Harapan Didik, rencana yang tertunda ini bisa diwujudkan tahun depan. Sementara ini, aktivitas yang terkait soal fasilitas publik termasuk taman publik dan RTH ditutup untuk umum untuk mencegah penularan Covid-19.

“Kami terus melakukan pemeliharaan, selain itu juga kesempatan bagi kami untuk mengadakan perbaikan. Misalnya mengecat kursi yang sudah karatan dan lain-lain. Kalau nanti dibuka, sudah siap dan lebih bagus,” tambah Didik.