Gubernur Jawa Timur Apresiasi Kerajinan Tenun Ikat di Kota Kediri Yang Terus Eksis di Tengah Pandemi

Kediri Dalam Berita | 05/10/2020

Gubernur Jawa Timur Apresiasi Kerajinan Tenun Ikat di Kota Kediri Yang Terus Eksis di Tengah Pandemi

Gubernur Jawa Timur didampingi Ketua Dekranasda Kota Kediri saat mengunjungi sentra tenun ikat di Kota Kediri. (foto: istimewa)

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengkampanyekan gerakan bermasker serta memberikan motivasi untuk menggerakkan perekonomian, Sabtu (3/10/2020).

Kegiatan tersebut dilakukan Gubernur dan walikota melalui kegiatan bersepeda di beberapa tempat di Kota Kediri. Salah satunya di pusat kerajinan tenun ikat di Kota Kediri.

Ditempat ini, Gubernur mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pemerintah Kota Kediri. Menurutnya, kain tenun ikat ini bisa menjadi salah satu ikon di Jawa Timur.

“Meski ada pandemi Covid, ternyata kerajinan tenun ikat di wilayah Kota Kediri ini bisa tetap berjalan. Tidak ada dampak yang dirasakan. Hal ini sangat luar biasa sekali, regenerasi yang dilakukan untuk kerajinan ini juga berjalan baik,” jelasnya.

Khofifah berharap, kain tenun ikat di Kota Kediri bisa lebih dikenal di Indonesia, tidak kalah dengan kain tenun dari daerah lain.

 

“Siapa mengira di Kota Kediri memiliki kain tenun ikat yang khas. Selam ini kita tahunya dari NTB atau dari wilayah lainnya. Ternyata kita punya. Terimakasih pak Walikota yang sudah mendorong kerajinan ini terus berkembang,” ucapnya.

Pemkot Kediri Terapkan Protokol Kesehatan Sekaligus Gerakkan Perekonomian

Sementara itu, Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar menjelaskan
beberapa program yang telah dilakukan Pemerintah Kota Kediri selama pandemi covid-19.

“Setiap harinya saya terus menyampaikan kepada masyarakat ayo pakai masker. Maskernya kain aja yang bisa dicuci lagi. Sejak bulan April lalu, Pemkot Kediri bekerjasama dengan penenun yang ada di Kota Kediri untuk membuat masker dari kain tenun. Sehingga tukang jahit dan penenun juga berjalan,” jelasnya.

 

Walikota menambahkan, dengan inovasi tersebut, ternyata mendapatkan sambutan dari sejumlah pihak. “Alhamdulillah disambut baik dengan instansi-instansi seperti TNI, Polri, perbankan pesannya kesitu semua. Jadi sesuai arahan Bu Gubernur kita perkuat potensi-potensi lokal yang ada di Kota Kediri termasuk kita juga membuat platform jualan online disini,” ucap walikota yang akrab disapa Mas Abu ini.

Ditengah pandemi, untuk menggerakkan perekonomian para pelaku usaha dilakukan percepatan dengan melakukan kerjasama dengan marketplace-marketplace besar.

“Di Kota Kediri ini masyarakat kita yang tinggal kampung itu 80%. Yang ada di jalan besar Cuma 20%. Kalau mereka harus punya toko sewa di pinggir jalan mahal. Jadi menurut saya yang paling tepat adalah online,” pungkasnya.