Walikota Kediri saat memberikan materi kepada mahasiswa baru UDINUS Kediri. (Foto: Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kediri)
Abdullah Abu Bakar menjelaskan era revolusi industri 4.0 ini menempatkan teknologi informasi menjadi basis dalam kehidupan manusia. Apalagi di era globalisasi dan digital ini banyak peluang yang luar biasa.
“Dulu industri harus punya uang dan pakai mesin. Sekarang kalau bisnis tidak perlu ruko sekarang bisa jualan melalui sosial media. Bahkan sosial media ini memiliki massa yang besar dan sudah menggeser market yang non online,” ujarnya.
Wali Kota yang populer disapa Mas Abu ini mengatakan saat ini Indonesia mendapatkan bonus demokrasi. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat jumlah usia angkatan kerja (15 hingga 64 tahun) mencapai 180 juta jiwa (70 persen) pada tahun 2020-2030.
Di Kota Kediri pun sama ternyata usia 15-44 tahun itu usia yang paling banyak. Sehingga usia yang paling banyak ini mereka peka terhadap teknologi. Sehingga seperti jualan online segala macam itu bisa digarap untuk personal branding.
“Ini terbukti juga oleh anak-anak muda yang punya peluang bisnis yaitu menggunakan teknologi untuk bisnis yaitu start up seperti Grab, Gojek dulu mereka ditertawakan. Sekarang Instagram, Facebook dan Youtube bisa dimonetize. Bisa untuk jualan juga, sekarang semua berubah lihat TikTok. Bukalapak dulu semua takut untuk beli online sekarang semuanya dilakukan secara online,” ujarnya.
Lanjut Mas Abu, anak-anak muda harus terus diasah jiwa kompetitifnya. Hal ini perlu dilakukan agar anak-anak muda ini memiliki daya saing. "Kata Pak Presiden kelemahan di daya saing, padahal kreativitas kita semua ada. sumber daya alam atau sumber daya manusia semua ada. Daya saing ini kita asah, sehingga kita bisa menjadi negara maju. Saudara-saudara kita tokoh milenial yang sukses itu masih sedikit. Semoga itu ada dari UDINUS juga. Semoga dari Semarang maupun di Kediri,” ungkapnya.
Mas Abu juga mendorong anak-anak muda untuk menjadi seorang entrepreneur. Syarat untuk menjadi negara maju ialah jumlah pelaku entrepreneur harus lebih dari 14 persen dari rasio penduduknya. Sementara di Indonesia, pelaku entrepreneur baru 3,1 persen. "Dengan banyaknya entrepreneur akan membantu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan mengoptimalkan potensi daerah,” jelasnya.
Menurut Mas Abu, di masa kuliah ini mahasiswa harus punya cita-cita tinggi dan jelas. Kemudian harus memiliki punya target. "Di masa kuliah perbanyak belajar, mencari banyak teman, berkegiatan positif termasuk berorganisasi. Harus memiliki soft skill. Serta belajar berbisnis dan jangan takut bermimpi. Mahasiswa di era ini, harus multitalent. Harus serba bisa, jadi soft dan hard skill nya harus ada,” pesannya.
Kepada para mahasiswa UDINUS, Wali Kota Kediri juga membagikan tips saat menjadi mahasiswa agar jadi entrepreneur sukses. Pertama, evaluasi keterampilan, pengetahuan, dan tujuan. Kedua, pilih ide bisnis yang spesifik yang bisa dikembangkan. "Ketiga, studi pasar. Keempat, buat rencana bisnis sedini mungkin. Kelima, temukan mentor yang cocok. Keenam, action,” pungkasnya.