Pulihkan Ekonomi, Walikota Kediri Siapkan UMKM Go Digital

Kediri Dalam Berita | 03/08/2020

Recovery Ekonomi, Walikota Kediri Siapkan UMKM Go Digital

Walikota Kediri dan ketua TP PKK Kota Kediri meninjau produk UMKM agarlebih bagus dan memiliki daya saing. (foto : istimewa)

AGTVnews.com – Memulihkan kondisi perekonomian di tengah pandemi, Pemerintah Kota Kediri mulai mempersiapkan sektor UMKM. Agar mampu bersaing di pasar global, kualitas produk UMKM ini perlu ditingkatkan.

Sekitar 200 produk UMKM di Kota Kediri berupa souvenir dan kuliner dikurasi oleh praktisi advertising. Kegiatan ini dilakukan di Balaikota Kediri, Sabtu (1/8/2020).

Walikota Kediri Abdullah Bakar bersama Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar, meninjau langsung kegiatan tersebut. Menurut walikota, di tengah pandemi, pemasaran yang dilakukan UMKM kini berbeda.

“Yang biasanya mereka bisa jual offline atau di CFD tapi sekarang nggak bisa. Karena itu, pemerintah mendorong UMKM ini Go Digital. Ada memang UMKM yang tidak perlu diapa-apain lagi, udah jadi. UMKM ini sudah bisa mengemas produknya, mereka sudah mengenal dunia online,” jelasnya.

 

“Tapi mereka itu ketika saya cek di marketplace kebanyakan tidak spesifik. Masih perlu ada sentuhan-sentuhan,” imbuhnya.

Ditambahkan walikota, Pemerintah Kota Kediri sudah mempersiapkan untuk kebutuhan UMKM tersebut. Mulai dari menyiapkan platform digital lokal baru hingga marketplace.

“Kalau nanti tidak bisa langsung ke marketplace karena alasannya nungguin anak, nggak ada stok dan segala macam itu nanti akan diletakkan di platform lokal. Tentu ini butuh kurasi. Kurasi diperlukan untuk competitiveness atau daya saing mereka,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, walikota juga melakukan sharing dan arahan kepada pelaku UMKM terkait pemasaran.

“Dari hasil diskusi, kita tangkap bahwa UMKM kita masih belum tahu produk ini dijual kemana. Mereka belum bisa menentukan target marketnya. Misal tenun ini akan dijual kepada orang kantoran, orang kantoran itu siapa. Apakah badannya kurus atau gemuk. Dari situ, dia juga bisa membuat motifnya match dengan bentuk tubuhnya. Nah itu mereka belum mengerti, harus disentuh,” jelasnya.

 

“Contoh lainnya tentang pemotretan. Banyak foto-foto hampir semuanya kurang bagus. Gimana orang mau beli kalau mereka tidak tertarik pada first impression. Pandangan pertama sudah tidak eye catching jadi tidak mau beli. Padahal kalau tadi saya lihat produknya bagus. Karena memang ini permasalahan disitu,” paparnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinkop UMTK Kota Kediri Bagus Alit menjelaskan nantinya UMKM Kota Kediri ini akan masuk ke dalam platform lokal. Jadi di platform lokal itu semua bisa melihat apa saja produk-produk UMKM Kota Kediri.

“Sehingga nanti semua bisa melihatnya tidak terpencar-pencar,” ujarnya.