Wali Kota Kediri dan Kepala Disperdagin saat menggelar workshop foto digital untuk mendorong pelaku UMKM berjualan di platform digital. (Foto: Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kediri)
Karena kondisi ekonomi terjadi penurunan daya beli, pelaku UMKM harus memperluas areal penjualannya di platform digital yang tidak mengenal batas. Namun, berjualan di platform digital tidak serta merta membuat pelaku UMKM dengan mudah mendapatkan kembali pembelinya, harus melalui persiapan yang matang dan tidak boleh asal-asalan.
Disperdagin Kota Kediri mengawali program pendampingan UMKM dengan workshop foto produk, lalu dilanjutkan dengan peer mentoring bersama pelaku usaha yang sudah berpengalaman di marketplace. Disperdagin melanjutkan dengan workshop Instagram Marketing yang dilaksanakan di Balai Kota pada hari Kamis (23/7/2020).
Workshop ini diarahkan untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial untuk meningkatkan penjualan produk. Apalagi, berdasarkan hasil riset dari sebuah lembaga survey, sebanyak 54% pelaku UMKM memanfaatkan medsos untuk memacu omzet selama masa pandemi.
Plt Kepala Disperdagin Drs. Nur Muhyar, mengungkapkan pihaknya baru menggelar dua workshop dan satu peer mentoring untuk pelaku UMKM. Rencananya masih akan terus berlanjut agar benar-benar bisa maksimal membantu pelaku UMKM kembali bangkit di era pandemi ini.
"Seperti kemarin, kami menggelar workshop Instagram Marketing yang diikuti pelaku UMKM dengan menghadirkan Mochammad Isryad, pemilik akun @kedirikekinian yang sudah punya 154 ribu follower dan punya usaha online dengan 19 karyawan, ini salah satu bentuk berbagi pengalaman pelaku yang sudah sukses di platform online dengan pelaku UMKM yang kami siapkan untuk Go Digital. Workshop ini sangat penting. Banyak UMKM yang sudah bikin akun Instagram, tapi belum mengetahui bagaimana mengelola akun dan mengoptimalkan fitur-fitur yang tersedia,” ungkapnya. Kamis (23/7/2020).
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menekankan pentingnya migrasi UMKM ke layanan digital.
“UMKM Kota Kediri harus didorong untuk masuk ke platform e-commerce. Jadi tugas pemda adalah meningkatkan tingkat readiness mereka. Mulai dari kualitas produk, packaging dan terutama pada aspek digital marketing,” tegas Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri, Kamis (23/7/2020).
Karena itu, Disperdagin Kota Kediri bersama unit kerja terkait telah menyiapkan serangkaian workshop untuk mendukung transformasi model pemasaran pelaku UMKM. Bahkan, Pemkot Kediri tengah menyiapkan sebuah platform digital sebagai media promosi bagi produk-produk lokal terkurasi. Platform ini juga didesain untuk menjadi batu pijakan bagi pelaku UMKM sebelum kemudian masuk ke marketplace.