Puslakot Kota Kediri Atlit Wushu sedang berlatih di SMP Santa Maria. (Foto: Canda Adisurya/TIMES Indonesia)
“Ada 27 cabor yang ikut Puslatkot dari 41 cabor yang ada di Kota Kediri dan Puslakot akan dilaksanakan sampai Desember 2020,” kata Maria Karangora, Ketua Koni Kota Kediri, Senin (22/06). KONI melaksanakan Puslatkot 2020 tujuannya mempersiapkan atlet di cabor-cabor untuk Porprov VII tahun 2021.
Tempat yang digunakan untuk latihan para atlet antara lain di Kampus 4 UNP Kediri (cabang petanque), Stadiun Brawijaya (angkat besi, atletik), GOR Joyoboyo, GOR UNP, SMP Santa Maria, dan lain-lain.
Maria menambahkan, mereka sudah Puslatkot 27 cabor dengan jadwal tiap hari Selasa dan Rabu. Protokol kesehatan tersebut sudah diterapkan sejak awal persiapan Puslatkot. Atlet diwajibkan cuci tangan dengan sabun atau _hand sanitizer_. Lokasi latihan harus disemprot disinfektan secara rutin. Pada saat pelaksanaan, para atlet menjaga jarak dan tidak berkerumun.
“Untuk protokol kesehatan dan latihan atlet didampingi pelatih dan tim monev kami dari KONI,” tambah Maria. Mulai pertengahan Juni, tim koordinator Puslatkot yaitu ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara melakukan pengecekan dan dukungan langsung terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di lapangan/lokasi latihan per cabor.
Selain penerapan protokol kesehatan, setiap bulan ada rapat evaluasi terhadap latihan cabor yang ikut Puslatkot. KONI sudah laksanakan rapat evaluasi dua kali terkait latihan fisik setiap cabor dan penerapan protokol kesehatan.
Setelah dua bulan pertama latihan fisik Puslatkot, sudah dilakukan tes parameter setiap atlet masing-masing cabor untuk mengukur kekuatan fisiknya. Selain itu KONI Kota Kediri juga ingin mengetahui kekurangan yang harus dilatih terus sampai mencapat hasil sesuai harapan pelatih dan atlet.