Kediri, demonstran.com – Kasus infeksi virus corona pertama kali terdeteksi di Wuhan, China pada Desember 2019 lalu.
Namun saat ini, seolah infeksi virus corona Covid-19 tersebut mulai menyebar hingga ke seluruh dunia tak terkecuali Kota Kediri, Jawa Timur.
Bahkan, kondisi saat ini di Kota Kediri semakin memprihatinkan dengan munculnya kasus transmisi lokal yang telah terjadi didalamnya.
Sementara itu transmisi lokal, dapat diartikan sebagai kasus infeksi yang terjadi antar masyarakat, hanya melibatkan masyarakat.
Keberadaan virus sudah tersebar di tengah masyarakat lokal itu sendiri, sehingga seseorang bisa terinfeksi tanpa harus bepergian keluar wilayah atau bertemu dengan orang asing dari luar wilayahnya.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Demonstran.com di lapangan, sejauh ini ada dua kasus tranmisi lokasl yang terjadi di Kota Kediri. Sumber penularan 5 pasien dari klaster pabrik rokok Tulungagung dan satu pasien dari Pojok berasal dari transmisi lokal. Artinya mereka tertular oleh pasien di Kota Kediri.
Bahkan tiga diantaranya masih anak-anak, usia 11 tahun, 15 tahun dan 16 tahun.
“Transmisi lokal ini terjadi untuk kedua kalinya di Kota Kediri. Transmisi lokal pertama di Kota Kediri dialami oleh warga Perum Wilis (Kelurahan Pojok) yang menularkan ke suami dan anaknya sedankan untuk transmisi kedua terjadi pada kemarin dimana ada tambahan 13 kasus tambahan positif corona dari klaster pabrik rokok di Tulungagung yang terjadi di tiga Kelurahan di Kota Kediri yakni Kelurahan Tempurejo Kecamatan Pesantren, Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren dan Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto,” kata dr. Fauza Adhima, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri.
Fauzan menjelaskan, dengan semakin banyaknya kasus OTG atau konfirmasi positif tanpa gejala, maka sangat memungkinkan terjadinya transmisi lokal atau pasien tertular di dalam wilayah Kota Kediri. Orang yang membawa virus tidak merasa dirinya sakit sehingga bebas bepergian meski hanya di dalam kota lalu menularkan kepada yang lain.
“Adanya transmisi/penularan lokal, maka diimbau kembali seluruh masyarakat Kota Kediri untuk lebih disiplin lagi menjalankan protokol kesehatan,” imbau Fauzan.
Protokol kesehatan tersebut yaitu tetap di rumah, pilihan yang paling mudah untuk memutus rantai penularan Covid-19. Ketika kelaziman baru _(new normal)_ akan diterapkan, maka harus semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan saat keluar rumah untuk hal-hal yang perlu
“Kalau harus _urgent_ keluar rumah harus pake masker, jaga jarak, dan sesering mungkin cuci tangan dengan sabun. Kalo masyarakat tidak disiplin maka siap-siap akan tertular,” tambah Fauzan.
Pasien terkonfirmasi positif dan semua tanpa gejala tersebut sebetulnya bisa melakukan karantina mandiri. Hanya karena kondisi tempat tinggal tidak memungkinkan, maka Pemkot Kediri memindahkannya ke RS Kilisuci, rumah sakit khusus untuk isolasi pasien Covid-19.

