AMBYAR TENAN? Pertama Negatif, SWAB Kedua Warga Jamsaren Positif Corona

Kediri Dalam Berita | 26/05/2020

CORONA : Gugus tugas pantau pusat perbelanjaaan dan pasar tradisional (istimewa/duta.co)

 

KEDIRI|duta.co – Setelah dilakukan Rapid Test pertama dinyatakan Non Reaktif lalu bila dilakukan tes kedua hasilnya menjamin bahwa Kota Kediri ini aman dari Virus Corona? Bagaimana dengan kasus – kasus sebelumnya dimana setelah dilakukan Swab Test ternyata hasilnya positif dan bahkan telah menulari seperti kasus di Kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren.

Seperti diumumkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangganan Covid-19 Kota Kediri, dr. H. Fauzan Adima di salah satu radio swasta malam ini (24/05). Disampaikan bahwa ada tambahkan satu kasus dari klaster pabrik rokok di Kabupaten Tulungagung. Perempuan usia 55 tahun warga Kelurahan Jamsaren Kota Kediri dan merupakan karyawan pabrik rokok tersebut. “Secara resmi baru keluar siang tadi dari laboratorium di Surabaya,” terangnya.

Menjadikan perlu perhatian lebih, bahwa pasien ini sebelumnya dilakukan Swab Test pertama pada 4 Mei lalu dan hasilnya negatif. Namun sesuai standar protokol kesehatan memang harus dilakukan Swab kedua. “Secara protokol kesehatan memang harus dilakukan Swab dua kali untuk kontak erat dengan tempo 14 hari. Swab pertam pada 4 Mei lalu, kemudian hari ke-14 jatuh pada tanggal 18 Mei dilakukan Swab kedua. Kemudian hasilnya keluar tadi siang dan dinyatakan positif,” terang dr. Fauzan.

Selanjutnya, pasien ini diterangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan saat ini dalam kondisi baik dan melakukan isolasi mandiri di rumahnya. “Bila pasien ini tidak disiplin, maka akan kita tangani di rumah sakt khusus penangganan Covid-19, di RS Kilisuci yang dulu merupakan RS. Gambiran Lama. Kita juga masih menunggu belasan hasil Swab lainnya dari Surabaya,” terang dr. Fauzan, yang juga menjabat Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri.