Seruan di Rumah Saja Bikin Tukang Becak di Kota Kediri Tambah Sepi Penumpang

Kediri Dalam Berita | 09/04/2020

Surya

Seruan di Rumah Saja Bikin Tukang Becak di Kota Kediri Tambah Sepi Penumpang
 
surya.co.id/didik mashudi
 
Tukang becak di Kota Kediri yang mendapat pembagian paket sembako dari pegiat lembaga amal, Rabu (8/4/2020). 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Merebaknya pandemi virus Corona telah membuat sebagian besar masyarakat terkena dampaknya.

Salah satunya para tukang becak yang biasa mangkal di sejumlah titik di Kota Kediri.

Zainuri (41), tukang becak yang biasa mangkal di sekitar Pasar Ngronggo mengaku meski masih banyak orang berbelanja di pasar, namun sudah jarang yang naik becak.

Akibatnya pendapatannya sekarang menjadi jauh berkurang.

Bahkan dalam beberapa hari terakhir kerap tak membawa hasil sama sekali.

“Biasanya kalau sepi saya nyambi ikut kuli bangunan. Tapi sekarang, bangunan juga banyak berhenti,” kata Zainuri, kepada awak media, Rabu (8/4/2020).

Sementara Warsidi (70), tukang becak yang biasa mangkal di Jl Pattimura mengaku pendapatannya juga jauh berkurang.

Sebelumnya kerap mengantar orang yang membeli oleh-oleh di Jl Pattimura, namun sekarang sepi karena ada seruan tinggal di rumah saja.

Meski sudah berusia lanjut, kakek Warsidi masih tampak sehat dengan kacamata tebalnya.

Ia bertekad untuk mandiri meski usianya senja. Bila jasa becaknya laku, maka uang makan tercukupi.

Zaenuri dan Warsidi bersyukur di tengah sepinya penumpang yang naik becak mendapatkan pembagian sembako yang dibutuhkan untuk menyambung kebutuhan makan keluarganya.

Paket sembako ini diberikan Pemkot Kediri bekerja sama dengan sejumlah lembaga amal yang tergabung dalam Sinergi untuk Jaring Pengaman Sosial (Si Jamal).

Kali ini ada 137 paket sembako yang dibagikan.

Paket sembako ini terdiri 1 kg beras, 1liter minyak goreng, 8 butir telur, dan seplastik bumbu bawang merah dan bawang putih.

Sementara lembaga amal yang ikut bersinergi di antaranya, Badan Amal Zakat Nasional (Baznas), Rumah Zakat, Yatim Mandiri, Baitul Maal Hidayatullah, Nurul Hayat, LMI, Sahabat Mustahiq, dan Al Haromah.

Sasarannya tukang becak yang kehilangan pendapatan ketika pemerintah menyerukan work from home dan di rumah saja.

Ramadhan Ni’am dari BMH menyebutkan, selain membagikan
sembako juga memotivasi masyarakat untuk ikut berbagi.

“Alhamdulillah, banyak masyarakat umum yang ikut berdonasi. Kalau sebelumnya hanya dari anggota saja. Apalagi program ini dilakukan dengan Pemkot, jadi masyarakat percaya untuk berdonasi,” jelasnya.

Sementara Rahmat Fajar Hidayat, dari Program Yatim Mandiri menyebutkan sudah ada donasi yang masuk.

Ajakan untuk berbagai terus dishare di medsos guna memotivasi masyarakat untuk ikut ambil bagian.