Antisipasi Covid-19 Di Kediri Penumpang Bus Wajib Turun Di Terminal Tamanan

Kediri Dalam Berita | 06/04/2020

Kediri, demonstran.com – Sebagai upaya dalam memutus rantai penyebaran Covid 19, Polisi Kota Kediri mewajibkan pengusaha bus, armada dan penumpang mengisi daftar riwayat hidup dan perjalanan berangkat dan tujuan mudik.

Tidak hanya mengisi formulir riwayat hidup dan perjalanan, namun penumpang dan awak bus wajib menurunkan penumpang hanya di terminal tujuan saja. Hal ini dilakukan demi antisipasi dan tracing penumpang jika terjadi hal tidak diinginkan terkait penyebaran corona.

Ini merupakan hasil dari rapat koordinasi antara Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana dan pengusaha bus dan Dinas Perhubungan Kota Kediri. Menindak lanjuti tidak adanya larangan mudik dari pemerintah pusat, namun daerah harus tetap mempersiapkan diri.

“Diputuskan Untuk keberangkatan dan kedatangan penumpang baik yang akan keluar kota maupun masuk kota kediri wajib di Terminal Tamanan Kediri Kota. Masing-masing PO/POOL/Agen bus wajib menyiapkan formulir data pribadi penumpang yang diberikan kepada petugas terminal pada saat turun ke Terminal Tamanan, hanya turun di terminal,” jelas AKBP Miko. Sabtu (4/4).

Tidak hanya data pribadi dan riwayat penumpang, masing masing bus wajib mengikuti prosedur pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menyiapkan tempat cuci tangan, hand sinitizer serta penyemprotan disinfektan di dalam maupun di luar bus.

“Menyiapkan tempat cuci tangan, hand sinitizer serta penyemprotan disinfektan di dalam maupun di luar bus,” imbuh Miko.

Sementara itu, menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr. Fauzan Adima menjelaskan cara penanganan penumpang dari luar Kediri.

Jika penumpang merupakan warga berasal dari episentrum pandemi Corona (Jakarta, Bogor, Jawa Barat) dan luar negeri, langsung akan dilakukan pemeriksaan instenif dan isolasi di gedung kampus Politeknik Kediri.

Sedangkan untuk penumpang luar kota lainnya akan terlebih dulu diperiksa, apakah ada keluhan sakit atau tidak dan akan ditentukan petugas medis di terminal maupun stasiun. Apakah isolasi mandiri di rumah atau tindakan medis lainnya di puskesmas, hingga perawatan medis rumah sakit.

“Jadi petugas di pos terminal dan stasiun akan melakukan pemeriksaan kesehatan, dan riwayat perjalanan penumpang. Apakah dari daerah pandemi corona atau tidak, setelah ada beberapa pilihan. Isolasi langsung di Poltek Kediri, Puskesmas, Isolasi mandiri di rumah hingga rawat karantina di rumah sakit, petugas kesehatan nanti yang akan menentukan,” jelas dr. Fauzan.