Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Tempat Ibadah dan Pondok Pesantren di Kota Kediri Disemprot Disinfektan, https://surabaya.tribunnews.com/2020/03/24/tempat-ibadah-dan-pondok-pesantren-di-kota-kediri-disemprot-disinfektan.
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | KEDIRI - Untuk menangkal penyebaran virus corona, sejumlah tempat ibadah dan pondok pesantren di Kota Kediri mulai dilakukan penyemprotan cairan dIsinfektan, Selasa (24/3/2020).
Pada tahap awal, penyemprotan disinfektan dilakukan di Gereja Getsmani, Masjid Pondok Lirboyo dan Masjid Darunnajah.
Penyemprotan desinfektan di tempat ibadah dan pondok pesantren ini dipantau langsung oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana, Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung dan Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu.
Malahan Walikota sempat mencoba alat semprot desinfektan untuk membasmi virus dan kuman.
Penyemprotan dilakukan di setiap sudut ruangan di dalam gereja dan masjid. Seperti ruang imam, tempat duduk, lantai dalam dan luar, kaca, jendela, pintu, pegangan tangga dan dinding tembok juga disemprot desinfektan.
Pendeta Timotius Kabul selaku gembala sidang Gereja Baptis Getsmani menjelaskan, sebelum penyemprotan desinfektan pihak gereja telah melakukan pembersihan dengan cairan pembersih setiap hari Rabu dan Minggu.
Pendeta Timotius Kabul juga mendukung dan mengikuti anjuran pemerintah. Beberapa keputusan telah diambil untuk tindak lanjut dari Surat Edaran Walikota Kediri tentang penundaan sementara kegiatan keagamaan di tempat ibadah.
“Ibadah hari Minggu dan kegiatan gereja dialihkan sementara waktu sambil mengikuti perkembangan berikutnya," jelasnya.
Pihak gereja juga memfasilitasi ibadah gereja di rumah masing-masing dengan mengikuti live streaming facebook, instagram atau youtube.
Sementara Badrus, takmir Masjid Darunnajah Bandar Kidul menjelaskan, menyusul surat edaran dari Walikota, sudah tidak banyak orang ke masjid.
Diharapkan kegiatan penyemprotan desinfektan diharapkan agar masjid steril dan aman.
Sementara KH Abdul Muid Shohib, salah satu pengasuh Ponpes Lirboyo menjelaskan, Pondok Lirboyo telah membatalkan semua acara di awal tahun.
Selain itu, libur santri dipercepat biasanya pertengahan April menjadi awal April dan kepulangan santri diorganisir oleh pondok karena tidak boleh pulang sendiri-sendiri.
Ponpes Lirboyo tetap melakukan anjuran pemerintah, seperti social distancing, hidup sehat dengan olahraga dan tentunya juga berdoa.
Santri juga tidak boleh keluar kemana-mana, setiap pintu masuk selalu dijaga dan orang yang masuk ke pondok juga diseleksi terlebih dahulu. Kalau ada orang masuk pondok menerapkan protokol cuci tangan dan sterisasi kendaraannya. 'Selain upaya teknis, pondok setiap malam melakukan istighosah," jelasnya.
Santri wajib pulang ada pengecualian untuk santri yang rumahnya di daerah beresiko tinggi diberi toleransi atau harus ada penjemputan.
Tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, kalau dulu santri libur boleh pulang sendiri, sekarang harus diorganisir disewakan bus. 'Busnya juga disterilisasi sehingga terkontrol selama perjalanan,” ujarnya.