Pada teleconference itu, Wali Kota Kediri ditemani oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kediri Mandung Sulaksono, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Fauzan Adima.
Dalam teleconference tersebut, Abdullah Abu Bakar menekankan kepada seluruh camat dan lurah berkolaborasi mengambil langkah cepat. Bahkan Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana dan Komandan Kodim 0809 Letkol Kav Dwi Agung beserta jajarannya turut bersinergi dalam menekan penyebaran virus yang telah ditetapkan menjadi pandemi ini.
Langkah pertama yang diambil adalah penyemprotan disinfektan di setiap kantor terutama pada ruang pelayanan. "Nantinya Dinas Kesehatan akan memberikan tiga tablet disinfektan, dimana satu tablet disinfektan dapat dilarutkan dalam 5 liter air," jelasnya.
Kedua, wali kota yang akrab disapa Mas Abu ini meminta di setiap kantor wajib menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun. Ketiga, camat dan lurah harus terjun memberikan sosialisasi kepada warga tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Serta mengimbau agar masyarakat untuk melakukan aktivitas di rumah saja.
Paling penting, lanjut dia, juga dilakukan pendataan terhadap warga yang memiliki riwayat berpergian dari daerah terjangkit ataupun dari luar negeri. Sehingga bisa diambil langkah penanganan.
Mas Abu meminta agar masyarakat tidak perlu panik dan terus memantau perkembangan mengenai Covid-19 pada website corona.kedirikota.go.id dan pada call centre (0354) 2894000 atau 08113787119 yang dapat diakses 24 jam.
Sebelumnya, Abdullah Abu Bakar juga menggelar rapat bersama pengusaha bioskop di Kota Kediri bertempat di Ruang Kerja Wali Kota Kediri. Di antaranya dari XXI, CGV Cinemas, dan Golden Theater.
Wali Kota Kediri memberi arahan kepada pengelola agar bioskop yang mereka kelola ditutup sementara waktu untuk mendukung langkah Pemkot Kediri dalam menelan penyebaran Covid-19. Apalagi Kota Kediri menjadi hub bagi daerah sekitar. Di mana banyak orang berdatangan ke Kota Kediri.