SURYA.co.id | KEDIRI - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri, dr Fauzan Adima menjelaskan kondisi terakhir HN (22) orang dalam pemantauan (ODP) di RSUD Gambiran 2.
Warga Kota Kediri ini sudah dirawat selama 3 hari karena mengalami batuk setelah pulang dari Semarang.
"ODP ini hasil laporan warga di Call Center Covid-19, setelah kami periksa hasilnya negatif, jadi hanya batuk biasa," jelas dr Fauzan Adima sewaktu menerima rombongan Walikota Kota Kediri, Kamis (19/3/2020).
Dengan penjelasan itu dr Fauzan mengharapkan masyarakat jangan percaya jika ada info yang simpang siur. "Saya pastikan pasien yang kami rawat tidak terjangkit Covid-19," tandasnya.
Selain mengunjungi RSUD Gambiran 2, rombongan Wali Kota Kediri juga mendatangi Terminal Baru Tamanan dan Stasiun Kereta Api Kota Kediri.
Pada kunjungan itu Walikota juga memastikan tempat-tempat publik sudah melakukan screening keberangkatan dan kedatangan sesuai protokol nasional untuk pencegahan masuknya Covid-19.
Walikota Kediri juga memastikan bagian-bagian yang sering disentuh penumpang telah disemprot desinfektan oleh petugas Dinas Kesehatan Kota Kediri.
"Kami datang untuk memastikan apakah stasiun dan terminal sudah menerapkan protokol nasional untuk pencegahan Covid-19, sekaligus memantau proses desinfektan rutin di tempat-tempat publik," jelasnya.
Wakil Kepala Stasiun Kediri Agustiyo menjelaskan, penumpang yang turun dan naik di Stasiun Kota Kediri sudah berkurang lebih dari 75 persen.
Pada hari Rabu (18/3) ada 738 penumpang naik di stasiun, sementara yang turun jumlahnya 1.018 penumpang. "Jumlah itu lebih rendah dibanding situasi normal yang mencapai 4.000 penumpang baik yang naik dan turun," jelasnya.
Sementara di Terminal Baru Tamanan terlihat suasana lebih lengang, tidak seperti hari-hari biasa sebelum pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Ferry Djatmiko menjelaskan, penumpang bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) per 18 Maret 2020 untuk kedatangan berjumlah 4.792 penumpang, sementara yang berangkat 6.717. " Ada penurunan penumpang sekitar 30-50 persen," ungkapnya.