Wali Kota Kediri dan rombongan juga sekaligus memastikan bagian-bagian yang sering disentuh oleh penumpang disemprot disinfektan oleh petugas Dinas Kesehatan Kota Kediri.
"Kami datang untuk memastikan apakah stasiun dan terminal sudah menerapkan protokol nasional untuk pencegahan Covid-19, sekaligus memantau proses disinfektan rutin di tempat-tempat publik," jelas Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.
"Penumpang yang turun dan naik di Stasiun Kediri sudah berkurang lebih dari 75 persen, Kemarin (18/3/2020) ada 738 penumpang naik di stasiun, sementara yang turun jumlahnya 1018 penumpang. Itu jauh lebih rendah dibanding situasi normal yang mencapai 4.000 penumpang baik yang naik dan turun," kata Wakil Kepala Stasiun Kediri Agustiyo.
Lain lagi di Terminal Baru Tamanan, Kota Kediri. Suasana lengang juga terjadi, tidak seperti hari-hari biasa sebelum pandemi Covid-19.
"Penumpang bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) per 18 Maret 2020 untuk kedatangan berjumlah 4792 penumpang, sementara yang berangkat 6717, biasanya lebih dari itu. Penurunannya 30-50 persen," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Ferry Djatmiko.
Setelah dari stasiun dan terminal, rombongan Walikota dan instansi terkait menjenguk Orang Dalam Pantauan (ODP) di RSUD Gambiran. HN (22 tahun) warga Kota Kediri dirawat selama 3 hari karena mengalami batuk setelah pulang dari Semarang.
"ODP ini hasil laporan warga di Call Center Covid-19, setelah kami periksa hasilnya negatif, jadi hanya batuk biasa," tegas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri dr. Fauzan Adima M.Kes.
"Warga jangan percaya jika ada info yang simpang siur, saya pastikan pasien yang kami rawat tidak terjangkit Covid-19," tambah dr. Fauzan.